kumparan
7 Juli 2019 10:11

Sutopo Purwo Nugroho, Sang Pemberi Kabar Bencana, Kini Telah Tiada

Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Nugraha Satia Permana/kumparan
Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengembuskan napas terakhir di usia 49. ​Ia telah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru sejak Januari 2018 silam.
ADVERTISEMENT
Sutopo mungkin satu-satunya humas lembaga negara yang memiliki popularitas setingkat menteri. Bayangkan, akun Twitter lulusan UGM ini bahkan memiliki pengikut sebanyak 235 ribu.
Pria kelahiran Boyolali, 7 Oktober 1969 ini mengawali kariernya pada tahun 1994 dengan bergabung di Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT) hingga diangkat menjadi peneliti utama. 25 tahun kemudian, Sutopo lalu diangkat menjadi Kepala Bidang Teknologi Mitigasi Bencana, Pusat Teknologi Pengelolaan Lahan, Wilayah, dan Mitigasi Bencana BPPT.
Sutopo Purwo Nugroho, BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengusap matanya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Di saat yang sama, ia juga ikut membantu di BNPB, hingga akhirnya memilih untuk mengabdi penuh di lembaga ini. Baru di akhir 2010, ia dipercaya menjadi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, yang hingga kini menjadi profesinya.
ADVERTISEMENT
Pengabdian Sutopo untuk mengabarkan bencana alam di seluruh Indonesia tidak main-main. Sejak tahun 2011, selama tiga tahun berturut-turut, ia menyabet penghargaan humas terbaik dari Elshinta Award.
Profesinya semakin ditunjang dengan kegemaran Sutopo menulis. Tak hanya menulis siaran pers, Sutopo juga sudah merilis sekitar 13 karya ilmiah dalam bentuk buku. Salah satunya adalah Kiprah Warga Dalam Tanggap Darurat Erupsi Gunung Kelud yang diterbitkan tahun 2015.
Konferensi pers penanggulangan bencana BNPB
Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat Konferensi pers penanggulangan bencana BNPB di Gedung BNPB, Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Namun, kariernya yang begitu mulus, harus terganjal oleh vonis kanker paru-paru stadium akhir yang diketahuinya pada awal 2018. Kabar ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Sutopo bukanlah seorang perokok.
ADVERTISEMENT
Sejak itu pula, Sutopo harus membagi waktu antara pelayanan masyarakat dengan pengobatannya. Bahkan, saat terbaring di ruang operasi, Sutopo tetap bekerja memberikan informasi terkini tentang bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi.
Kegigihan dan pengabdiannya itu, membuat nama Sutopo tak hanya dilirik di dalam negeri saja. Di tahun yang sama, Sutopo dinobatkan sebagai The First Responders 2018 dari harian populer Singapura, Straits Times.
Sutopo Purwo Nugroho dan Raisa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (kiri), berbincang dengan penyanyi Raisa Andriana di kumparan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Nama Sutopo juga kerap dikait-kaitkan dengan penyanyi Raisa. November lalu, Sutopo sempat mencuitkan keinginannya bertemu sang idola. Sontak, warga Twitter pun langsung meramaikan hastag #RaisameetSutopo.
kumparan pun akhirnya membantu mewujudkan mimpi Sutopo pada 1 November 2018 lalu. Di hari itu, sebenarnya Sutopo tidak tahu jika ada kejutan yang disiapkan saat ia mengunjungi kantor kumparan.
Sutopo Purwo Nugroho dan Raisa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (kiri), bersalaman dengan penyanyi Raisa Andriana di kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Setelah berbincang dengan kumparan soal perjuangannya, Sutopo pun diajak masuk ke salah satu ruangan. Di ruangan itulah, Raisa menyanyikan lagu barunya bersama Dipha Barus yang berjudul My Kind of Crazy.
ADVERTISEMENT
Saat itu ia begitu terkejut. Meski dalam ruangan sudah dipenuhi warga kumparan yang ingin menikmati penampilan Raisa, Sutopo mendapatkan tempat duduk khusus.
Hari itu, Sutopo tampak begitu bahagia dan bersemangat lagi melawan penyakitnya, serta melayani masyarakat Indonesia lewat informasi seputar bencana yang ia sampaikan. Selamat jalan Sutopo, si pembawa kabar.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan