kumparan
3 November 2018 9:37

Syachrul Anto, Penyelam Spesialis Misi Kemanusiaan Itu Telah Tiada

Syachrul Anto, penyelam Indonesian diver rescue team
Syachrul Anto, penyelam Indonesian diver rescue team. (Foto: Facebook/Syachrul Anto)
Syachrul Anto, penyelam yang meninggal saat evakuasi korban dan serpihan pesawat Lion Air, Jumat (2/11) rupanya tak hanya sekali ikut andil dalam misi kemanusiaan. Sebut saja saat pesawat Air Asia PK-AXC QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura hilang di akhir 2014 lalu, Anto tidak absen ikut membantu.
ADVERTISEMENT
Dalam akun media sosialnya, Anto sempat mengomentari unggahan Rendra Hertiadhi yang kala itu menjadi komandan I-Divers. Anto menyebut, tidak akan pernah lupa masa-masa evakuasi Air Asia di pergantian tahun itu.
"Menerawang dan ingat kembali ke masa di bawah komando I-Divers qq Alpha Rendran Hertiadhi. Ingat akan perintah standby, deploy berulangkali dari Danru Ebram," tulis Anto, dua tahun silam.
Dalam proses evakuasi Air Asia itu, Anto tergabung di tim Bravo bersama sejumlah penyelam profesional lainnya. Setelah mendapat peritah langsung dari Kabasarnas saat itu, tim Alpha dan tim Bravo tersebut langsung terjun ke lapangan untuk menunaikan tugas masing-masing.
Kedua unit tersebut merupakan gabungan dari para relawan yang berkualifikasi di bidang penyelaman. Mereka, termsuk Anto, memang biasanya terjun untuk membantu atas dasar kerelaan dan keinginan untuk berdharmabakti kepada negara.
ADVERTISEMENT
Anto juga tidak absen membantu saat Palu diguncang bencana alam. Salah satu rekan Anto, Yosep Safrudin, menyebut Anto baru satu pekan lalu kembali dari miki kemanusiaan di Palu.
"Minta dijemput di Halim 2 hari yang lalu, pinjam alat selamku, minta diantar ke posko evakuasi JT-610 di Priok," tutur Yosep.
Selain mengurus masalah evakuasi pesawat, Anto juga sangat peduli dengan masalah terumbu karang. Ia terdaftar dalam Yayasan Terumbu Rupa yang mengkampanyekan peduli terumbu karang saat traveling.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan