News
·
6 Desember 2019 17:26

Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara (137053)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers penyelundupan di pesawat Garuda Indonesia. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara tersandung kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Ia pun dicopot dari jabatannya akibat hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Menelisik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs KPK, tidak ada Motor Harley Davidson yang dilaporkan Ari Askhara sebagai asetnya. Ia hanya melaporkan 3 kendaraan dalam LHKPN-nya, yakni mobil Mitsubishi Pajero Sport, Mazda 6, dan Lexus minibus dengan bernilai total Rp 1,37 miliar.
Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara (137054)
Eks Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Selain itu, ia tercatat mempunyai tanah hinga 10 ribu meter persegi yang terletak di berbagai lokasi. Aset-asetnya itu dilaporkan Ari Askhara pada 28 Maret 2019.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan pihaknya selalu melakukan pemeriksaan ulang terhadap aset-aset yang dilaporkan oleh penyelenggara negara. Namun, ia mengakui bahwa ada modus untuk menyamarkan aset dengan mengatasnamakan aset itu dengan orang lain.
"Saya belum cek hal itu di kantor, soal LHKPN beliau (Ari Askhara), tapi kita berharap bahwa setiap pejabat publik itu melaporkan secara benar. Kalau misalnya memang dia banyak koleksi Harley Davidson-nya Terus ternyata tak dilaporkan dalam LHKPN, ya berarti beliau enggak layak jadi direktur Garuda," kata Syarif saat ditemui dalam diskusi di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Jumat (6/12).
Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara (137055)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ia menambahkan, seharusnya Ari Askhara belajar dari Emirsyah Satar, mantan Dirut Garuda yang tersandung kasus dugaan korupsi.
ADVERTISEMENT
"Garuda itu kan pernah tergelincir dengan kasus yang sangat besar (sebelumnya) oleh karena itu saya pikir kasus Pak Emir Satar itu adalah kita jadikan momentum untuk memperbaiki manajemen Garuda," ucap Syarif.
Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara (137056)
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
"Kalau sekarang kasusnya saja baru mau disampaikan ke pengadilan sudah ada lagi kejadian yang sama di Garuda, ya kecewalah masyarakat, kecewa dan KPK juga kecewa seperti itu," ujar Syarif.
Sebelumnya diberitakan, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu menemukan 18 kotak barang selundupan yang dibawa melalui pesawat baru Airbus A330-900 NEO milik Garuda Indonesia pada 17 November 2019.‎ Kotak selundupan itu berisi satu unit motor Harley Davidson dalam kondisi terurai dan sepeda lipat premium Brompton.
Tak Ada Harley di LHKPN Eks Dirut Garuda Ari Askhara (137057)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers penyelundupan di pesawat Garuda Indonesia. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, upaya penyelundupan ini berpotensi merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar karena tak membayar pajak serta bea masuk. Adapun harga motor Harley Davidson itu diperkirakan Rp 800 juta, sedangkan harga sepeda Brompton mencapai Rp 60 juta per unit.
ADVERTISEMENT
Belakangan diketahui barang-barang itu milik Ari Askhara. Menteri BUMN Erick Thohir pun langsung mencopot Ari Askhara dari jabatannya.
Hingga saat ini, belum ada komentar dari Ari Askhara terkait kasus yang menjeratnya itu.