kumparan
23 Januari 2020 13:45

Tak Ada WNI di China yang Terjangkit Virus Corona

PTR, China, Warga memakai masker
Penumpang kereta api memakai masker di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, China, Rabu (22/1). Foto: REUTERS/Aly Song
Sudah hampir 600 orang di China, terutama di Wuhan, telah terjangkit virus corona. Patut disyukuri, dari ribuan warga Indonesia yang tinggal di China tidak ada yang terjangkit virus pemicu pneumonia tersebut.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (23/1). Dia mengatakan, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum menerima informasi terkait WNI di China yang terserang virus corona.
“Kita akan terus melakukan komunikasi dengan Dubes kita di Beijing mengenai masalah penyebaran virus tersebut dan warga negara kita yang ada di sana,” ujar Retno.
“Dari pantauan KBRI Beijing, belum ada info terjangkitnya atau terkenanya WNI kita dari wabah yang terjadi di China tersebut,” kata Retno.
Serah terima ABK sandera Abu Sayyaf, Menlu Retno
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi serah terima satu Anak Buah Kapal (ABK) WNI, M Farhan yang sempat disandera Abu Sayyaf di Kemlu, Jakarta, Rabu (23/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan saat ini telah menjangkiti 571 orang di seluruh China. Sebanyak 17 orang penderita meninggal dunia. Penyakit ini juga tersebar hingga Amerika Serikat, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan, seiring pergerakan warga China di masa liburan.
ADVERTISEMENT
Retno memaparkan ada ribuan warga Indonesia yang mayoritas mahasiswa di kota-kota yang terjangkit wabah, di antaranya Wuhan, Beijing, dan Shanghai.
“Saya sampaikan berdasarkan data Dubes Indonesia di Beijing pada pagi ini data mahasiswa di Wuhan dan sekitarnya ada 428. Mahasiswa di Beijing ada 1.280, di Shanghai ada sebanyak 849,” kata Retno.
China, Warga memakai masker
Pemindai panas di dalam Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, China. Foto: China Daily via REUTERS
Retno juga mengatakan sebagian besar dari mereka telah kembali ke Indonesia karena libur panjang Imlek.
“Data ini diambil per Desember 2019, 90 persen mahasiswa di Wuhan dan sekitarnya sudah kembali ke Indonesia karena libur sampai pertengahan Februari karena Chinese New Year,” ujar Retno.
“KBRI sudah mendapatkan data kapan mereka masuk kuliah dan melakukan koordinasi dengan universitas masing-masing,” kata Retno.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan