Tak Setuju dengan Perang Ukraina, Diplomat Rusia di PBB Jenewa Mengundurkan Diri

24 Mei 2022 8:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tak Setuju dengan Perang Ukraina, Diplomat Rusia di PBB Jenewa Mengundurkan Diri (15499)
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Ukraina menyisir wilayah kompleks hotel untuk melakukan evakuasi akibat serangan rudal Rusia di Odesa, Ukraina, Minggu (8/5/2022). Foto: Igor Tkachenko/Reuters
ADVERTISEMENT
Seorang diplomat Rusia di misi tetap di PBB Jenewa meninggalkan jabatannya pada Senin (23/5/2022). Keputusan ini diambil karena ia tak setuju dengan invasi Rusia di Ukraina.
ADVERTISEMENT
Boris Bondarev, kepala misi Rusia di PBB di Jenewa, mengatakan dia sudah muak dengan kebohongan dan ketidakprofesionalan di kementerian luar negeri negara itu.
“Saat ini Kemlu bukan soal diplomasi. Ini semua tentang penghasutan, kebohongan, dan kebencian,” kata Bondarev.
Tak Setuju dengan Perang Ukraina, Diplomat Rusia di PBB Jenewa Mengundurkan Diri (15500)
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Rusia bekerja menjinakkan wilayah pabrik baja Azovstal selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Minggu (22/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Ia merasa malu dengan keputusan negaranya untuk melancarkan invasi ke Ukraina. Bondarev kemudian memutuskan untuk menyerahkan pengunduran dirinya dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Duta Besar Gennady Gatilov.
"Saya pun pergi ke misi seperti Senin pagi biasanya dan saya menyerahkan surat pengunduran diri saya dan saya keluar,” ujar Bondarev.
Dalam surat pengunduran diri, dia menyebut perang yang diluncurkan oleh Presiden Vladimir Putin adalah kejahatan terhadap rakyat Ukraina yang akan merusak ekonomi Rusia. Ia pun menegaskan bahwa invasi ini akan menghancurkan semua harapan dan prospek untuk masyarakat yang bebas dan makmur.
Tak Setuju dengan Perang Ukraina, Diplomat Rusia di PBB Jenewa Mengundurkan Diri (15501)
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Ukraina yang menyerah setelah berminggu-minggu bersembunyi di Azovstal Steel Works terlihat di dalam bus di bawah pengawalan militer pro-Rusia, di Mariupol, Ukraina, Selasa (17/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
“Selama dua puluh tahun karier diplomatik saya, saya telah melihat perubahan yang berbeda dari kebijakan luar negeri kami, tetapi saya tidak pernah merasa malu dengan negara saya seperti pada 24 Februari tahun ini,” papar Bondarev. 24 Februari adalah hari dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Tidak dapat ditoleransi apa yang dilakukan pemerintah saya sekarang. Sebagai pegawai negari, saya harus memikul tanggung jawab untuk itu, dan saya tidak mau melakukan itu,” ungkap dia seperti dikutip dari Reuters.
Untuk saat ini Bondarev tidak berencana untuk meninggalkan Jenewa. Ia mengaku khawatir dengan respons Moskow akan tindakannya. Hingga saat ini Rusia belum memberikan komentar mengenai hal ini.
“Apakah saya khawatir tentang kemungkinan reaksi dari Moskow? Saya harus khawatir tentang itu,” tutur Bondarev.
Bondarev sebelumnya menyampaikan keprihatinan dan kekhawatirannya tentang invasi kepada staf senior kedutaan. Ia mengatakan, beberapa rekannya pun memiliki pendapat serupa.
"Saya diberi tahu untuk diam untuk menghindari konsekuensi," ungkap Bondarev.
“Tidak semua diplomat Rusia melakukan penghasutan. Mereka masuk akal, tetapi mereka harus tutup mulut,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Penulis: Airin Sukono.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020