News
·
9 September 2020 21:15

Tanpa PSBB Ketat, ICU Corona di Jakarta Diprediksi Penuh 15 September

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tanpa PSBB Ketat, ICU Corona di Jakarta Diprediksi Penuh 15 September (11768)
Foto udara kawasan Mampang Prapatan di Jakarta, Jumat (1/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak
DKI Jakarta akhirnya menarik rem darurat dengan kembali ke PSBB ketat. Sebab, tanpa PSBB ketat, DKI tak lagi punya daya tanpung untuk pasien corona ke depan jika melihat penambahan kasus harian yang tinggi.
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakatan, tanpa adanya PSBB ketat, ruang ICU khusus corona di Jakarta bakal penuh pada 15 September mendatang. Bahkan dengan peningkatan kapasitas, ICU tetap diprediksi penuh pada 25 September.
Tanpa PSBB Ketat, ICU Corona di Jakarta Diprediksi Penuh 15 September (11769)
Perkembangan situasi wabah COVID-19 di Jakarta. Foto: Pemprov DKI
"Yang berat butuh ICU, situasinya tak lebih baik. Di sini kapasitas ICU 528 tempat tidur, bila kenaikan terus sampai September, Agustus meningkat drastis, maka 15 september akan penuh. Kita coba tingkatkan 20 persen jadi 636, itu akan mulai penuh di sekitar 25 September," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Rabu (9/9).
Kondisi itu bisa terjadi karena saat ini pertumbuhan kasus di Jakarta cukup tinggi, yakni dalam sehari ada 800-1.000 kasus. Tanpa ada pengetatan maka angka ini akan terus naik. Selain itu, kasus aktif juga terus bertambah.
Tanpa PSBB Ketat, ICU Corona di Jakarta Diprediksi Penuh 15 September (11770)
Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Akibatnya, rumah sakit tak lagi mampu menampung pasien. Bukan hanya ruangan yang kekurangan, tapi juga tenaga medis di dalamnya.
ADVERTISEMENT
"Jangka pendek tingkatkan kapasitas, tapi jika tak ada pembatasan ketat maka ini hanya ulur waktu kurang dari 1 bulan RS akan kembali penuh. Ini tempat tidur isolasi kasus sedang," jelasnya.
"Jadi meskipun kita dorong peningkatan kapasitas RS kita, tapi jumlah kasus aktif di Jakarta pertambahannya lebih cepat daripada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan RS," tambahnya.
Anies bahkan menyebut saat ini Jakarta dalam kondisi darurat. Lebih darurat daripada awal corona masuk ke Jakarta.
'Jadi, dari 3 data ini, angka kematian, keterpakaaian tempat tdiur RS dan ICU khusus covid tunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat," ujarnya.
Adapun okupasi tempat tidur ICU untuk kasus corona sudah mencapai 83 persen. Data sebelumnya menunjukkan okupasi. Okupasi itu dihitung dari jumlah rumah sakit rujukan di Jakarta sebanyak 67 rumah sakit dengan 483 tempat tidur untuk ICU penanganan corona.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)