kumparan
News22 Februari 2018 22:22

Tawuran Pelajar Sebabkan Kemacetan di Flyover Kampung Melayu

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi korban tawuran
Ilustrasi korban tawuran (Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparan)
Sejumlah pelajar dari dua sekolah berbeda terlibat tawuran di flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (22/2). Tawuran diawali dengan letusan petasan sekitar pukul 17.00 WIB.
ADVERTISEMENT
“Tawuran pecah sore tadi, jam 5 dan berlangsung hampir sejam, diawali dengan letusan petasan,” ujar Rasi (51), warga Kampung Melayu, Jakarta Timur, ketika ditemui pada Kamis (22/2).
Tawuran pecah di tanjakan flyover Kampung Melayu, dari arah Tebet. Rasi menceritakan, lokasi tersebut memang sering digunakan untuk tawuran. Namun tawuran kali ini berlangsung relatif lebih lama dari tawuran yang lalu.
“Biasanya di sini setiap Kamis terjadi tawuran, ini bisa dilihat karena mereka bawa celurit, badik, dan pedang, itu seperti yang lalu-lalu mereka pasti janjian,” terangnya.
Video
Warga yang melihat pelajar tawuran yang bersenjata tajam tidak mampu mencegah hal tersebut.
“Terus terang kami takut, mereka bawa pedang dan senjata lainya, kalau tidak bawa apa-apa kami berani ngejar,” kata Anton (45), pedagang buah yang berdagang di bawah flyover Kampung Melayu.
ADVERTISEMENT
Tawuran tersebut selesai menjelang Magrib. Saat itu kondisi jalan sudah semakin macet, dan mobil yang datang dari arah tebet tidak bisa melintasi flyover tersebut. Rasi juga melihat ada air keras yang coba disiramkan diantara para pelaku tawuran tersebut.
“Mobil pada numpuk, kemudian para pelajar tersebut di klakson habis-habisan, akhirnya mereka bubar, beberapa lari ke arah kampung pulo, ke Terminal Kampung Melayu, dan lari ke atas flyover,” tambah Rasi.
Sementara itu, Kepolisian sektor Jatinegara pun sudah menerjunkan tim Rajawali untuk mengejar para pelaku tersebut.
“Tidak ada yang diamankan, dan tidak ada korban jiwa, kami masih melakukan penyelidikan terhadap sekolah yang terlibat tawuran tersebut,” ujar Kapolsek Jatinegara, Kompol Supadi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan