Tentara Bayaran Memberontak, Rusia Luncurkan Operasi Anti-Teroris di Moskow

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar dari video yang dirilis oleh pasukan tentara bayaran Grup Wagner Rusia menunjukkan pemimpinnya Yevgeny Prigozhin membuat pengumuman mendadak dan dramatis pada hari Jumat 5 Mei 2023 bahwa pasukannya akan meninggalkan kota Bakhmut di Ukraina. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dari video yang dirilis oleh pasukan tentara bayaran Grup Wagner Rusia menunjukkan pemimpinnya Yevgeny Prigozhin membuat pengumuman mendadak dan dramatis pada hari Jumat 5 Mei 2023 bahwa pasukannya akan meninggalkan kota Bakhmut di Ukraina. Foto: Reuters

Operasi anti-teroris diluncurkan di ibu kota Rusia, Moskow, dan wilayah sekitar pada Sabtu (24/6). Langkah itu diambil menyusul pemberontakan pasukan Wagner.

"Kami memberlakukan rezim anti-terorisme di Moskow dan sekitarnya di tengah pemberontak dari kelompok tentara bayaran Wagner," kata Komite Anti-Teroris Rusia kepada kantor berita TASS, seperti dikutip dari Reuters.

Wagner adalah perusahaan keamanan swasta yang dipakai Rusia membantu invasi ke Ukraina.

Namun, bos Wagner Yevgeny Prigozhin belakangan ini bertikai dengan kepemimpinan di Kementerian Pertahanan Rusia.

Sabtu ini tentara bayaran Wagner dilaporkan sudah masuk ke kota Rostov di sebelah selatan Rusia. Prigozhin lewat unggahan di berbagai saluran telegram mengancam bahwa 250 ribu anggotanya siap menumbangkan kepemimpinan Kemhan Rusia di Moskow.

Pertikaian Wagner dan militer Rusia dipicu tuduhan Prigozhin bahwa tentara Moskow membantai pasukannya. Rusia balik menuding Prigozhin dan Wagner menolak perintah.

Kini, Rusia telah memulai investigasi kriminal terhadap Prigozhin. Surat penangkapan terhadap Prigozhin juga sudah dikeluarkan.