News
·
20 Oktober 2020 19:15

Terawan: Positivity Rate Corona RI 14% Termasuk Baik, Meksiko dan Bolivia 20-50%

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terawan: Positivity Rate Corona RI 14% Termasuk Baik, Meksiko dan Bolivia 20-50% (3975)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menanggapi penilaian penanganan corona di Indonesia belum cukup baik lantaran positivity rate masih di atas standar WHO sebesar 5 persen. Positivity rate merupakan rasio antara jumlah kasus positif dengan orang yang dites.
ADVERTISEMENT
Terawan menyatakan, positivity rate corona di Indonesia di angka 14 persen. Namun ia menganggap angka tersebut masih tergolong baik dibandingkan dengan negara lain seperti Meksiko dan Bolivia yang sekitar 20-50 persen.
"Indonesia berapa sih? 14 persen. Kalau kita lihat banyak negara contoh Meksiko, Bolivia, (positivity rate) di atas 20-50 persen," ujar Terawan dalam sambutan virtual di HUT ke-56 Golkar pada Selasa (20/10).
Terawan bahkan mengklaim positivity rate di Indonesia di bawah rata-rata dunia. Ia merujuk pernyataan Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan, pada awal Oktober yang memperkirakan sekitar 10 persen populasi dunia telah terpapar COVID-19. Artinya sekitar 760 juta orang dari total 7,6 miliar populasi dunia mungkin sudah terinfeksi corona.
Terawan: Positivity Rate Corona RI 14% Termasuk Baik, Meksiko dan Bolivia 20-50% (3976)
Mural tentang pandemi COVID-19 Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto
"Kalau ada pertanyaan positivity rate masih jauh dari standar WHO. WHO berapa sih? 5 persen. Tapi ingat WHO baru saja menyatakan bahwa 10 persen dari populasi (dunia) itu positif. Artinya WHO mengatakan 5 persen, tapi loh dia mengatakan 10 persen populasi itu positif ratenya pasti," ucap Terawan.
ADVERTISEMENT
"Sehingga semua itu kita melihat bahwa kalau melihat secara holistik kita bisa melihat bahwa Indonesia sudah masuk dalam range yang baik, positivity rate 14 persen di bawah rata-rata dunia. Kalau WHO menyatakan populasi itu 10 persen populasi itu terinfeksi artinya 10 persen dianggap pasti positif. Sedangkan 5 persen waktu dulu waktu dia (WHO -red) melakukan tracing awal-awal," sambungnya.
Untuk itu, Terawan meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan yang disampaikan WHO dan tidak terpaku angka-angka yang statis.
"Jadi memang harus diikuti terus perkembangan apa yang WHO katakan. Mengikuti apa yang terjadi di dunia ini yang terus dinamis, berkembang. Kita tidak boleh hanya terstandar, terpaku pada hal-hal yang sifatnya statis. Sedangkan penyakit ini berkembang, sangat dinamis," tutupnya.
ADVERTISEMENT
***
Saksikan video menarik di bawah ini: