News
·
20 Oktober 2020 19:34

Terawan: Vaksin Corona untuk 18-59 Tahun Minim Komorbid, Belum untuk Anak-Lansia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terawan: Vaksin Corona untuk 18-59 Tahun Minim Komorbid, Belum untuk Anak-Lansia (11915)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku pemerintah belum dapat memutuskan apakah vaksin corona bisa digunakan untuk anak-anak dan lansia. Sebab, salah satu vaksin yang dipesan Indonesia, Sinovac, masih menjalani uji klinis tahap 3.
ADVERTISEMENT
"Yang jelas nomor satu, dalam memberikan apa pun, efficacy (kemanjuran) dan keamanan itu nomor satu. Pada vaksinasi ini juga seperti itu, maka kita dalam memberikan vaksin kita mengikuti hasil uji klinis tiganya, seperti apa uji klinis tiganya digunakan pada usia berapa, apakah pada anak-anak, pada lansia atau pada komorbid, kita tinggal mengikutinya," ujar Terawan di Jakarta, Selasa (20/10).
Terawan: Vaksin Corona untuk 18-59 Tahun Minim Komorbid, Belum untuk Anak-Lansia (11916)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
Hanya saja, untuk spesifikasi awal, vaksin corona diberikan untuk kelompok usia 18 hingga 59 tahun. Selain itu, vaksin corona ditujukan untuk warga yang minim penyakit bawaan (komorbid).
"Saat ini vaksin yang sudah mulai ada adalah vaksin yang sama seperti yang dilakukan uji klinis di Indonesia, juga masih range usia 18-59 tahun, dan itu diupayakan dengan minimal komorbid," ucap Terawan.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Terawan memastikan proses pengujian vaksin bagi seluruh kelompok usia tidak akan berhenti. Namun, Terawan menegaskan vaksinasi harus sesuai kaidah yang telah ditetapkan.
Terawan: Vaksin Corona untuk 18-59 Tahun Minim Komorbid, Belum untuk Anak-Lansia (11917)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
"Karena tidak boleh vaksinasi itu ritual, vaksinasi itu punya tujuan, akhirnya nanti untuk herd immunity dan juga membangkitkan imunitas di tubuh pasien atau yang divaksin, itu menjadi tujuannya. Bukan vaksinasi nanti tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah dilakukan sesuai dengan uji klinis yang dikerjakan," ungkap Terawan.
Dengan semakin berkembangnya penelitian vaksin, Terawan menilai bukan tidak mungkin vaksin untuk usia di luar 18-59 tahun dapat tersedia.
"Kita jangan lupa bahwa memberikan sesuatu tujuannya untuk kemaslahatan umat, jadi otomatis kita mengikuti, kalau sekarang itu ada 18 tahun, dengan atau tanpa comorbid, nah kita ikuti. Nanti dengan perkembangan vaksin kan nanti terus berkembang, ini nanti akan ketemu juga vaksin yang bisa diberikan atau mengakomodir untuk anak-anak untuk lansia," kata Terawan.
ADVERTISEMENT