News
·
1 Maret 2021 17:41

Terlilit Utang, Satpam Toko Emas di Semarang Nekat Merampok Uang Bosnya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terlilit Utang, Satpam Toko Emas di Semarang Nekat Merampok Uang Bosnya (223559)
searchPerbesar
Seorang satpam di Kota Semarang bernama Aris (43) ditangkap polisi karena nekat merampas uang perusahaan. Foto: Dok. Istimewa
Seorang satpam di Kota Semarang bernama Aris (43) ditangkap polisi karena nekat merampok toko emas Semar Nusantara. Toko emas tempat dia bekerja tersebut mengalami kerugian hingga Rp 429 juta.
ADVERTISEMENT
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan aksi Aris tersebut dilakukan pada Kamis, (25/2) lalu saat pelaku ditugaskan untuk menemani saksi, Nur Darmawan, untuk menyetorkan uang hasil penjualan emas ke salah satu bank swasta.
"Di dalam perjalanan tersangka menodongkan senjata api ke saksi, dan uangnya diambil oleh tersangka. Saksi disuruh kembali ke toko dan yang bersangkutan melarikan diri," ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Senin (1/3).
Tiga hari kemudian, Aris ditangkap di Dukuh Ngularan Kabupaten Kendal. Ia tidak sendiri, dua rekan lainnya bernama Mustakim dan Bistri juga terseret karena tertangkap menikmati uang hasil kejahatan tersebut.
"Kedua rekan tersangka ini ikut serta menikmati uang hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka. Masing-masing menerima uang sebesar Rp 40 dan Rp15 juta," terang Irwan.
Terlilit Utang, Satpam Toko Emas di Semarang Nekat Merampok Uang Bosnya (223560)
searchPerbesar
Seorang satpam di Kota Semarang bernama Aris (43) ditangkap polisi karena nekat merampas uang perusahaan. Foto: Dok. Istimewa
Sisa uang yang berhasil dikembalikan sebagai barang bukti sebanyak Rp 202 juta. Selain itu dua sepeda motor yang dibeli dari uang hasil kejahatan dan 4 buah handphone juga disita.
ADVERTISEMENT
Irwan menerangkan, tersangka yang sudah bekerja selama dua tahun di toko emas tersebut mengaku nekat melaksanakan tindakan kriminal karena terlilit utang.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, bahwa dia melakukan ini karena terdorong beban ekonomi dan dia mempunyai utang yang harus dilunasi," terang dia.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
==
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona