News
·
16 Juli 2021 15:51
·
waktu baca 3 menit

Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi (659732)
searchPerbesar
Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji. Foto: Dok. Ditjen Pajak
KPK menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji.
ADVERTISEMENT
Angin Prayitno Aji mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan terkait status tersangkanya dalam kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan tahun 2017 di Ditjen Pajak.
Plt juru bicara KPK, Ipi Maryati Kuding, menyatakan bahwa KPK melalui biro hukumnya akan segera menyusun jawaban atas gugatan tersebut untuk nantinya disampaikan di depan persidangan.
"KPK tentu siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut. KPK melalui Biro Hukum akan menyusun jawaban dan menyampaikannya di depan sidang permohonan praperadilan dimaksud," ujar Ipi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/7).
Jawaban KPK tersebut pada pokoknya berkaitan dengan penetapan Angin sebagai tersangka. Direncanakan sidang gugatan praperadilan tersebut akan digelar perdana pada Senin, 19 Juli 2021.
ADVERTISEMENT
"Secara umum materi gugatan tersangka adalah terkait penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka, penggeledahan, penyitaan, dan penahanan," ucap Ipi.
Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi (659733)
searchPerbesar
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Dikutip dari situs Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Angin Prayitno Aji mendaftarkan gugatan praperadilan pada 16 Juni 2021 dengan nomor perkara 68/Pid.Pra/2021/PN JKT.SEL. Gugatan itu didaftarkan Angin menyoal sah atau tidaknya penetapan status tersangka yang dilakukan KPK kepada dirinya.
Dalam petitum permohonan praperadilannya, Angin menyatakan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) No.Sprin.Dik/03/DIK.00.01/02/2021 tanggal 4 Februari 2021 yang dijadikan dasar oleh KPK untuk melakukan tindakan penyidikan terhadapnya tidak sah dan tidak mengikat secara hukum.
Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi (659734)
searchPerbesar
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Atas dasar itu, ia menyatakan bahwa penahanannya yang didasarkan pada Surat Perintah Penahanan No.Sprin.Han/24/DIK.01.03/01/05/2021 tanggal 4 Mei 2021 tidak sah dan tidak mengikat secara hukum.
ADVERTISEMENT
Masih dalam gugatannya, Angin juga meminta kepada KPK untuk membebaskannya dan mengeluarkannya dari tahanan.
Sebenarnya sidang pertama gugatan ini dijadwalkan pada 28 Juni 2021 lalu, akan tetapi KPK meminta penundaan sehingga dijadwalkan kembali pada 19 Juli 2021.
Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi (659735)
searchPerbesar
Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji (tengah) digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Kasus Mafia Pajak

Angin Prayitno Aji merupakan salah satu dari enam tersangka yang ditetapkan oleh KPK dalam kasus korupsi mafia pajak. Ia ditetapkan bersama dengan mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani (DR). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.
Sementara, tersangka lainnya adalah kuasa wajib pajak Veronika Lindawati serta tiga konsultan pajak masing-masing Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo.
Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak. Sehingga pajak yang dibayarkan nilainya lebih kecil dari yang seharusnya.
ADVERTISEMENT
Ketiga wajib pajak tersebut adalah PT Gunung Madu Plantations untuk tahun 2016; PT Bank PAN Indonesia untuk tahun 2016; dan PT Jhonlin Baratama pada tahun 2016-2017. Keduanya diduga menerima suap miliar rupiah dari tiga wajib pajak tersebut.
Adapun rinciannya, yakni pada Januari-Februari 2018 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 15 miliar diserahkan oleh Ryan dan Aulia sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations.
Tersangka Mafia Pajak Angin Prayitno Aji Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi (659736)
searchPerbesar
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Shutter Stock
Pertengahan tahun 2018 sebesar 500 ribu dolar Singapura yang diserahkan oleh Veronika sebagai perwakilan PT Bank PAN Indonesia Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar.
Selanjutnya, dalam kurun waktu Juli-September 2019 sebesar total 3 juta dolar Singapura diserahkan oleh Agus sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama. PT Jhonlin Baratama ini diketahui merupakan anak perusahaan Jhonlin Group milik Haji Isam di Kalsel.
ADVERTISEMENT
Diduga suap yang diterima keduanya mencapai total Rp 53 miliar. Akibat perbuatannya, Angin dan Dadan sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sedangkan empat tersangka lainnya sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.