News
·
10 Maret 2021 17:30

Tersangka Pembuat Dolar Palsu Belajar Cetak Uang dari Internet

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tersangka Pembuat Dolar Palsu Belajar Cetak Uang dari Internet (869930)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kiri) menunjukkan barang bukti saat konferensi pers uang palsu di Polda Metro Jaya, Rabu (10/3). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Polisi menangkap 4 tersangka sindikat pembuat dolar palsu. Mereka ialah SUL, IS, HS dan AD. Dua nama terakhir merupakan pemeran utama dalam sindikat ini.
ADVERTISEMENT
HS ialah orang yang membiayai pembuatan uang palsu tersebut. Ia juga ikut dalam mencetaknya. Sedangkan AD ialah kaki tangan HS dalam mencetak uang tiruan itu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan uang hasil karya sindikat ini sangat bagus. Hampir mirip dengan aslinya meskipun tetap ada perbedaannya.
"Kelebihan hasil mereka ini cukup bagus hasilnya. Artinya kalau kita infrared itu bisa terlihat seperti asli. Padahal dia gunakan alat biasa," kata Yusri dalam konferensi pers, Rabu (10/3).
Tersangka Pembuat Dolar Palsu Belajar Cetak Uang dari Internet (869931)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) saat konferensi pers uang palsu di Polda Metro Jaya, Rabu (10/3). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Lebih mengejutkan lagi ternyata tersangka mempelajari pembuatan uang palsu dari internet. Mereka belajar secara autodidak.
"Konon katanya dia autodidak belajar dari google saja. Dia belajar dari medsos, dari google itu pengakuannya," kata Yusri.
ADVERTISEMENT
Yusri juga memastikan tidak alat istimewa dalam pembuatan uang palsu tersebut. Kertas maupun tinta yang digunakan dapat ditemukan di pasaran.
"Yang perlu diketahui teman-teman kertas ini, kertas biasa juga ada di toko kertas. Tintanya pun sama," kata Yusri.
Para tersangka menghabiskan dana Rp 300 ribu untuk membuat 1.000 lembar 100 USD. Nantinya uang itu dijual dengan harga Rp 7 juta per 1000 lembar 100 USD.
"Modal per seribu menurut yang bersangkutan itu sekitar 300 ribu saja mulai dari kertas, tinta sampai hal lain. Pembagiannya yang cetak uang dapat per 1.000 itu Rp 700 ribu kemudian yang edarkan dapat Rp 3 juta dan pemodalnya si HS itu dapat sisanya. Itu per 1.000 lembar," kata Yusri.
ADVERTISEMENT
Polisi mengamankan uang palsu dari para tersangka sebanyak 1.000 lembar dolar USD. Selain itu juga alat cetak dan bahan produksi mereka.
Para tersangka dijerat pasal berlapis. Mereka terancam pidana hingga 20 tahun penjara.