News
·
27 Mei 2020 14:27

Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283349)
Petugas saat tes swab COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Tes masif adalah salah satu syarat diberlakukannya new normal di tengah pandemi corona. Dilihat dari jumlah tesnya, apakah Indonesia sudah siap menerapkan tatanan hidup normal baru itu?
ADVERTISEMENT
Hingga Rabu (26/5), tes spesimen virus corona di Indonesia sudah mencapai 264.098. Ini diambil melalui dua metode, yakni PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM).
Menurut data Worldometers, jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 273 juta orang. Jadi, dengan data ini perbandingan tes di Indonesia saat ini adalah 967 per 1 juta penduduk.
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283350)
Daftar 100 negara yang teinfeksi virus corona. Foto: Dok. Worldmeter
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283351)
Daftar 100 negara yang teinfeksi virus corona. Foto: Dok. Worldmeter
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283352)
Daftar 100 negara yang teinfeksi virus corona. Foto: Dok. Worldmeter
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283353)
Daftar 100 negara yang teinfeksi virus corona. Foto: Dok. Worldmeter
Tes Corona di RI 967/1 Juta, Peringkat 96 dari 100 Negara dengan Kasus Terbanyak (283354)
Daftar 100 negara yang teinfeksi virus corona. Foto: Dok. Worldmeter
Apakah data ini ideal?
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, data ini belum ideal. Ia menjelaskan, WHO meminta minimal tes 1.000 orang per 1 juta penduduk.
Namun, khusus untuk Jakarta sudah memenuhi kriteria.
"Persyaratan yang diminta WHO adalah 1 orang per 1.000 penduduk per minggu. Karena ini sudah jalan 12 minggu terhitung 2 Maret, maka di Jakarta harusnya yang dites 120 ribu. Realitasnya sudah di atas 120 ribu," ungkap Suharso dalam ratas virtual, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
Ia mengungkapkan, dengan rataan tes spesimen 3.100 per hari, maka Jakarta terhitung lebih siap menghadapi new normal. Namun di wilayah lain tes dengan PCR dan TCM harus digenjot.
"Jadi dengan kapasitas 3.100 per hari uji tes di Jakarta...kalau kita lihat sisanya 140-an ribu itu tesnya di luar Jakarta. Ini yang ingin kita kejar biar memenuhi syarat," ungkap dia.
Suharso kemudian memberikan gambaran tes di berbagai negara. Ada Rusia yang sudah melampaui target dari WHO, ada Brasil yang masih mengejar.
"Brasil masih mencapai 30 persen dari total yang harus dites dalam pengertian untuk mencapai jumlah yang diharapkan WHO. Dengan penduduk 220 juta Brasil pada minggu ke 12 itu harusnya sudah 2.550.000," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
"Rusia itu misalnya telah melakukan tes 9,1 juta dan yang disyaratkan sekarang 1,7 juta. Artinya mereka sudah jauh. India misalnya 3.126.000, sementara hari ini harusnya sudah 16 juta," sambung Suharso.
Suharso tak menyebutkan berapa jumlah tes minimal yang perlu dilakukan Indonesia, tapi Menristek Bambang Brodjonegoro pada 8 Mei 2020 pernah menyebut idealnya Indonesia melakukan 1 juta tes.
Hingga saat ini, untuk urusan perbandingan tes corona, Indonesia masih berada di urutan 96 dari 100 negara dengan kasus terbanyak. Indonesia hanya di atas Afghanistan, Sudan, Pantai Gading, dan Nigeria.
Berikut data-data terkait tes corona di dunia:
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
ADVERTISEMENT
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.