Tiga Ledakan Terjadi di Kabul, Afghanistan, 5 Orang Tewas

21 Februari 2021 5:45
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi serangan bom. Foto: AFP/Mohamed Abdiwahab
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi serangan bom. Foto: AFP/Mohamed Abdiwahab
ADVERTISEMENT
Tiga kali ledakan mengguncang Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (20/2) pagi. Ledakan ini setidaknya menewaskan lima orang dan dua lainnya alami luka-luka.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari AFP, juru bicara kepolisian Kabul Ferdaws Faramarz mengatakan tiga ledakan bom telah terjadi di lokasi berbeda antara pukul 08.00 dan 10.00 waktu setempat.
Bom tersebut ditempelkan di kendaraan dan diduga diledakkan dari jarak jauh. Bom ini menargetkan petugas keamanan. Pola macam ini disebut kerap digunakan oleh para militan di Afghanistan.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas tiga serangan bom tersebut. Meskipun, para pejabat di Afghanistan dan Amerika Serikat (AS) mencurigai Taliban menjadi dalang di balik ledakan.
Faramarz mengatakan ledakan pertama telah melukai dua warga sipil, sedangkan ledakan kedua menewaskan dua tentara, serta seorang wanita. lalu ledakan ketiga menewaskan dua petugas polisi.
Militan Taliban Afghanistan. Foto: Noorullah Shirzada/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Militan Taliban Afghanistan. Foto: Noorullah Shirzada/AFP
Rincian ini dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
ADVERTISEMENT
Sumber dari pihak keamanan juga mengatakan setidaknya dua dari korban ledakan bekerja untuk kementerian pertahanan. Meski diyakini kementerian tersebut tak akan mengkonfirmasi kabar itu.
Sebenarnya, pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan sudah dimulai. Namun hingga saat ini belum ada kesepakatan alias buntu.
Meningkatnya kekerasan di Afghanistan telah membuat Presiden AS Joe Biden menyatakan peninjauan kembali kesepakatan yang ditandatangani antara Washington dan Taliban tahun lalu, yang membuka jalan bagi penarikan semua pasukan AS dalam beberapa bulan mendatang.
Biden sedang meninjau hingga tenggat waktu 1 Mei untuk memutuskan apakah menarik 2.500 tentara AS yang tersisa atau mengambil risiko serangan berdarah dari pemberontak apabila tetap tinggal.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan kepada personel Departemen Pertahanan saat kunjungan ke Pentagon di Arlington, Virginia, AS Foto: Carlos Barria/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan kepada personel Departemen Pertahanan saat kunjungan ke Pentagon di Arlington, Virginia, AS Foto: Carlos Barria/Reuters
Jenderal Kenneth McKenzie, kepala Komando Pusat Angkatan Darat AS, pada hari Kamis mengindikasikan bahwa kondisi belum terpenuhi untuk penarikan pasukan.
ADVERTISEMENT
Sementara Taliban telah berjanji untuk mengurangi kekerasan berdasarkan kesepakatan mereka dengan AS. Namun, mereka dianggap oleh AS belum melakukannya.
"Tentu saja ISIS telah melancarkan beberapa serangan. Itu tidak berarti apa-apa terhadap apa yang dilakukan Taliban," kata McKenzie.
"Ini jelas Taliban. Tidak mungkin ada orang lain. Itu sangat jelas," sambung dia.
Taliban menyangkal berada di balik meningkatnya kekerasan, dengan mengatakan mereka yang bertanggung jawab adalah kelompok jihadis lainnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020