News
·
28 Mei 2020 5:49

Tim Aksi Sosial PSI Evakuasi 5 Keluarga Tunawisma dari Seberang Masjid Istiqlal

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tim Aksi Sosial PSI Evakuasi 5 Keluarga Tunawisma dari Seberang Masjid Istiqlal (243930)
Evakuasi keluarga tunawisma di seberang Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Foto: Dok. PSI
Tim Aksi Sosial Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengevakuasi lima keluarga tunawisma yang ada di seberang Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (28/5) malam.
ADVERTISEMENT
Lima keluarga tunawisma yang dievakuasi adalah korban pembatasan aktivitas ekonomi selama pandemi virus corona. Kebanyakan para tunawisma ini sebelum pandemi COVID-19 bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) atau ojek pangkalan di sekitar Pasar Baru dan Pasar Senen.
Chandra, misalnya, bapak dua orang anak ini sebelumnya bekerja menjajakan minuman di Pasar Baru. Kala itu, pendapatan kotornya per hari bisa mencapai Rp 300 ribu.
Tim Aksi Sosial PSI Evakuasi 5 Keluarga Tunawisma dari Seberang Masjid Istiqlal (243931)
Evakuasi keluarga tunawisma di seberang Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Foto: Dok. PSI
Namun, akibat wabah virus corona, ia tidak bisa lagi berjualan karena modalnya digunakan untuk membeli makanan sehari-hari. "Bersih bisa dapat seratus ribu per harilah," cerita Chandra dalam keterangan PSI, Kamis (28/5).
Lalu ada Muhammad Arun, seorang bapak muda dengan bayi yang masih berusia 7 bulan yang terpaksa menggelandang setelah tak bisa lagi ngojek di Stasiun Juanda.
ADVERTISEMENT
“Tadinya saya ojek pangkalan. Saya sewa motor Rp 25 ribu sehari. Sekarang pendapatan untuk sewa motor dan beli bensin saja sering kurang, jadi saya enggak narik lagi,” ungkap Arun.
Evakuasi Tim Aksi Sosial PSI ini dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Jakarta Pusat, Roy Didon Siahaan. Menurut Didon, lima keluarga yang dievakuasi malam tadi semuanya memiliki bayi dan anak-anak yang masih kecil.
Tim Aksi Sosial PSI Evakuasi 5 Keluarga Tunawisma dari Seberang Masjid Istiqlal (243932)
Evakuasi keluarga tunawisma di seberang Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Foto: Dok. PSI
"Sebetulnya, rencana awalnya kami sudah memindahkan mereka sebelum Lebaran. Namun, kami terkendala mencari kos atau kontrakan yang mau menerima mereka," jelas Didon.
"Tidak selayaknya mereka menggelandang dan tidur di pinggir jalan seperti itu," lanjutnya.
Sementara itu, juru bicara PSI Sigit Widodo yang juga ikut dalam evakuasi ini mengungkapkan kegiatan ini sudah berlangsung lebih dari sekali. Selama pandemi corona masih berlangsung, maka pihaknya akan terus berupaya membantu mengevakuasi tunawisma dari jalanan.
ADVERTISEMENT
"Kami sudah beberapa kali melakukan aksi yang sama di Tanah Abang dan Kampung Melayu. Kami memprioritaskan keluarga dengan anak-anak di bawah umur, ibu hamil, dan lansia," ungkap Sigit.
"Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami berupaya sebisa mungkin membantu saudara-saudara kita yang terdampak pandemi saat ini," Sigit Widodo
Lebih lanjut, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad menjelaskan, keluarga-keluarga tunawisma yang dievakuasi akan diantarkan ke kos dan kontrakan masing-masing. Harapannya, para tunawisma ini bisa hidup dengan sehat, layak, dan menjalankan protokol kesehatan sehingga terhindar dari virus corona.
"Keluarga dengan bayi dan balita tidur di emperan gedung seperti ini jelas tidak sehat dan bisa menjadi sumber penyebaran virus corona. Sudah sepantasnya mereka harus lebih kita perhatikan," tutup Idris.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
ADVERTISEMENT
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.