kumparan
15 Maret 2019 21:31

Tim Prabowo Soroti Apel Kebangsaan di Semarang Gunakan APBD Rp 18 M

Poster Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tengah.
Poster Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tengah. Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi wilayah Jawa Tengah, Abdul Wachid, menyebut kegiatan Apel Kebangsaan yang dihelat Pemprov Jawa Tengah tidak tepat. Menurut dia, acara itu terkesan menghambur-hamburkan anggaran.
ADVERTISEMENT
Wachid menyoroti anggaran untuk acara itu menghabiskan Rp 18 miliar. Apalagi, kata Wachid, penyelenggaraan ini dilaksanakan dalam keadaan ekonomi negara yang sedang terpuruk.
Dia bahkan menilai, acara Apel Kebangsaan itu semestinya cukup dengan dana Rp 1,8 miliar atau 10 kali lebih murah.
Bahkan, Wachid mengatakan lelang pelaksanaan Apel Kebangsaan dinilainya terkesan tergesa-gesa. Dia menuding lelang itu penuh sarat dengan korupsi.
"Saya berharap KPK turun tangan. Hari pelaksanaan Apel Kebangsaan juga tidak tepat, karena bertepatan dengan debat cawapres 17 Maret, jadi bisa mengganggu konsentrasi masyarakat yang ingin melihat kualitas cawapres dalam debat," kata Wachid, Jumat (15/3).
Namun, saat kumparan mengecek pada sistem e-lelang Pemprov Jateng, di situ tertera tanggal pembuatan lelang dilakukan sejak 5 Februari 2019 atau sebulan yang lalu.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Wachid menilai Apel Kebangsaan ini diselenggarakan seolah negara dalam keadaan genting. Adanya panggung hiburan dangdut dan band nasional, bahkan mengundang tokoh agama hingga pejabat pemerintahan di Jateng dianggapnya tidak pas.
"Kalau boleh saya katakan ini hiburan rakyat sambil penggiringan masyarakat untuk pilpres tertentu dikemas dengan Apel Kebangsaan," ujar dia.
Selain itu, kata Wachid, dana miliaran Rupiah yang digunakan untuk Apel Kebangsaan ini semestinya bisa digunakan untuk membangun Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di Jateng yang menurutnya jumlahnya masih cukup besar.
Dia kemudian mengandaikan, jika membangun sebuah RLTH yang menghabiskan dana Rp 15 juta per satu rumah, maka dengan uang Rp 18 miliar bisa disulap menjadi 1.200-an lebih RLTH. Tak hanya itu, Wachid pun menyinggung tentang gaji guru K2.
Konferensi Pers Apel Kebangsaan
Konferensi Pers Apel Kebangsaan di Kantor Badan Kesbangpol, Senin (11/3). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
"Rp 18 M lebih untuk bayar gaji guru K2 sebulan Rp 1 juta, artinya bisa untuk gaji guru K2, ada sebanyak 18.000 guru K2 sebulan. Sekali lagi kegiatan Apel Kebangsaan tidak tepat karena negara dalam kondisi aman tentram, meskipun ekonomi negara kita sedang terpuruk," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Sejumlah tokoh direncanakan hadir untuk mengisi Apel Kebangsaan pada Minggu (17/3). Di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Mahfud MD, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Darodji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Surahart (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).
Acara ini juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong. Selain itu juga ada paduan suara mahasiswa, paduan suara gereja, Tari Saman dari siswa SMA, selawat Kanzus Habib Ali Zaenal Abidin, dan ada juga Tarian Barongsai.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan