kumparan
25 Februari 2019 14:45

Timses Jelaskan Pidato Jokowi soal Lahan: Tak Khusus untuk Prabowo

Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani menjelaskan isi pidato Jokowi soal pengembalian konsesi lahan yang dikuasai oleh sejumlah elite ke pemerintah. Menurut Arsul, pidato Jokowi tersebut tidak menyinggung satu pihak tertentu seperti Prabowo Subianto, tapi bersifat umum.
ADVERTISEMENT
"Pidato Pak Jokowi yang tadi malam terkait dengan beliau nunggu kalau ada yang mau mengembalikan lahan, itu kan pidato yang bersifat umum saja. Artinya memang itu ditujukan kepada siapa pun para elite yang menguasai lahan dan kemudian mau mengembalikan," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (25/2).
Pernyataan Jokowi, kata dia, bukan merupakan kewajiban bagi seluruh pemilik lahan untuk mengembalikannya. Hal ini, kata Arsul, Jokowi mempersilakan siapa pun yang hendak mengembalikan konsesi lahan, akan diterima pemerintah. Sehingga, ia menilai hal itu bukan bumerang bagi TKN.
"Yang disampaikan Pak Jokowi itu kan bukan dekrit. Beda dengan dekrit yang kemudian mewajibkan orang untuk katakanlah mengembalikan lahan. Itu kan katakanlah sikap mempersilakan. Kalau memang ada siapa saja, sekali lagi yang kemudian ingin mengembalikan lahan ya dibuka" ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi itu bukan dekrit, jadi kembali tentu kepada orang masing-masing, termasuk kembali kepada katakanlah perusahaan perusahan Pak Prabowo yang menguasai lahan itu. Mau kemudian menyambut ajakan Pak Jokowi atau enggak," imbuh dia.
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kebangsaan di SICC Sentul, Bogor, Minggu (24/2/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Arsul mengatakan pernyataan yang disampaikan Jokowi merupakan salah satu pandangan politik. Dalam kontestasi politik, lanjut Arsul, setiap calon berhak untuk menyampaikan rekam jejak atau kritikan terhadap lawannya. Namun, bukan bersifat serangan personal.
"Dalam kontestasi itu, yang namanya pandangan politik ataupun rencana kebijakan dengan realitas itu kan harus match. Saya kira ini di mana pun dalam kontestasi politik mana pun pasti yang terkait bukan personal ya, yang terkait dengan katakanlah rekam jejak calon yang bersangkutan itu pasti akan ter-disclose. Itu hal-hal yang wajar," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dalam pidato politiknya di Konvensi Rakyat di SICC, Sentul, Bogor, pada Minggu (24/4), Jokowi menyinggung soal kepemilikan lahan yang dikuasai segelintir elite. Jokowi mengatakan, jika ada elite yang ingin mengembalikan konsensi lahannya kepada pemerintah, pemerintah sangat terbuka menerimanya.
"Jadi kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu. Saya tunggu, saya tunggu sekarang, dan akan saya bagikan untuk rakyat," kata Jokowi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan