kumparan
News7 Januari 2019 12:53

Timses Jokowi Tuding Kubu Prabowo Minta Tak Ada Debat Pilpres

Konten Redaksi kumparan
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga, memberikan keterangan pers di Posko Cemara
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga, Direktur Komunikasi Politik TKN dan Koordinator Media Posko Cemara memberikan keterangan pers di Posko Cemara, Senin (7/1). (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin geram dengan isu yang yang menyebutkan Jokowi-Ma'ruf takut menyampaikan visi-misi saat debat pilpres. Juru bicara TKN, Arya Sinulingga, justru menuding kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang meminta debat ditiadakan, termasuk mengusulkan kisi-kisi pertanyaan sebelum debat.
ADVERTISEMENT
"Visi misi itu satu arah. Mereka (kubu Prabowo-Sandi) minta tidak ada debat. Yang ada penyampaian visi-misi, di dalam rapat. Jadi visi-misi, habis itu enggak ada debat, kita enggak mau," kata Arya di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (7/1)
"Pihak mereka takut debat. 02 (nomor urut Prabowo-Sandi) itu takut debat. Tidak mau ada debat. Hanya mau penyampaian visi-misi. Yang minta pertama kali ada kisi-kisi itu pihak mereka," tambahnya.
Arya mengaku mendapat informasi yang bisa diuji validitasnya. Ia bahkan menantang kedua timses yang rapat dengan KPU untuk mengklarifikasi beredarnya kabar tersebut.
"Kalau perlu Aria (Direktur Program TKN, Aria Bima) dan Dahnil (Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak) didudukkan saja depan wartawan, di depan KPU. Ini dipelintir kita takut visi-misi," jelasnya.
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi di KPU
Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Menurutnya, Jokowi-Ma'ruf justru berharap ada pertanyaan dari masing-masing pihak saat debat nanti. "Visi-misi kecil, hanya satu arah. Kita mau perdebatan itu ada pendalaman," tegas Ketua DPP Perindo itu.
ADVERTISEMENT
Komisioner KPU Pramono Tanthowi sebelumnya menegaskan pemberian pertanyaan atau kisi-kisi kepada paslon sebelum debat sudah menjadi kesepakatan bersama dengan timses masing-masing paslon. KPU yakin keputusan ini bisa membuat gagasan paslon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh.
"Memberikan kisi-kisi soal kepada paslon seminggu sebelum debat kandidat adalah untuk mengembalikan debat ke khitahnya, yakni sebagai salah satu metode kampanye yang diatur oleh UU," ungkap Pramono dalam keterangannya.
Debat perdana kedua paslon Pilpres 2019 nantinya akan mengusung tema 'Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme'. Adapun 6 panelis debat yang ditentukan KPU antara lain:
1. Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana
2. Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan
3. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik
ADVERTISEMENT
4. Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti
5. Pakar hukum tata negara Margarito Kamis
6. Ketua KPK Agus Rahardjo
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan