kumparan
22 Jan 2019 20:57 WIB

Tinjau Kebakaran Tomang, Anies Minta Warga Proaktif Urus Dokumen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi kebakaran di Tomang, Jakarta Barat. (Foto: Moh Fajri/kumparan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan diri meninjau langsung lokasi kebakaran di Tomang, Jakarta Barat. Anies sempat melihat fasilitas umum yang disediakan pemprov DKI untuk warga korban bencana.
ADVERTISEMENT
Anies berada di lokasi hampir 90 menit, Anies berkeliling ke berbagai sudut memeriksa berbagai fasilitas seperti MCK, air bersih, sampai posko yang sudah disiapkan oleh Pemprov DKI sambil menyapa para warga.
“Alhamdulillah seluruh jajaran kita sudah merespons dengan amat cepat seluruh kebutuhan dasar untuk warga yang mengungsi telah terpenuhi, dari mulai kebutuhan air, kebutuhan makan, kebutuhan tempat tinggal sementara, termasuk layanan kesehatan semuanya tertangani dengan baik,” kata Anies di Tomang, Jakarta Barat, Selasa, (22/1).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinjau lokasi kebakaran Tomang, Jakarta Barat. (Foto: Moh. Fajri/kumparan)
Anies mengungkapkan, jajarannya memang bekerja selama 24 jam saat kebakaran melanda kawasan tersebut Senin, (21/1) dini hari. Meski begitu, Anies mengharapkan agar warga yang menjadi korban jemput bola mengurusi berkas-berkas yang ikut terbakar.
“Ada hal-hal yang kita harapkan warga juga proaktif dalam suasana seperti ini banyak dokumen, surat-surat yang hilang sudah disiapkan pos terpadu untuk mereka mengurus. Jadi tidak perlu menunggu kelurahan datang ke sini,” pinta Anies.
ADVERTISEMENT
“Datang jemput bola dan nanti petugas kita akan berkeliling memastikan bahwa semua dokumen-dokumen akan segera bisa diberikan karena itu yang bisa membuka pengurusan macam-macam,” tambahnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memeriksa fasilitas yang diberikan untuk korban kebakaran Tomang. (Foto: Moh. Fajri/kumparan)
Lebih lanjut, Anies belum bisa mengungkapkan status lahan yang terbakar apakah semuanya milik warga atau ada yang milik Pemprov DKI. Sebab, kata Anies, saat ini pihaknya sedang fokus pada penanganan korban dan dilanjutkan dengan proses rehabilitasi.
“Sesudah datanya lengkap, semua keterangan yang sifatnya lisan itu kita perhatikan, tetapi untuk keputusan harus ada dokumen, tidak mungkin mengambil keputusan hanya dengan keterangan lisan. Harus ada dokumen apalagi masalah tanah, wong sudah ada dokumennya saja sering double, triple. Jadi kita harus hati-hati di sini,” tutur Anies.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan