kumparan
16 Mei 2019 5:10

TKI Asal NTB Tewas Usai Dipulangkan dari Singapura

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock
Nasib malang menimpa Dwi Kurnia Pratiwi (32). TKI asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, itu tewas usai dipulangkan dari Singapura setelah bekerja selama 4 bulan.
ADVERTISEMENT
Kronologi tewasnya Dwi diceritakan oleh Koordinator Bantuan Hukum Migrant CARE, Nurharsono.
Nurhasono mengatakan, pada awalnya lembaganya menerima pengaduan kasus atas nama Dwi pada 13 Mei lalu. Saat itu, perempuan yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura sejak awal 2019 dipulangkan ke Jakarta dalam kondisi sakit.
"Dalam kondisi sakit, Dwi dijemput langsung dan ditempatkan di penampungan PT Duta Putra Banten Mandiri, perusahaan yang memberangkatkannya ke luar negeri," ujar Nurhasono dalam keterangan yang diterima kumparan dari Migrant Care, Kamis (16/5).
Setelah dipertemukan dengan keluarga, pihak keluarga menemukan tubuh Dwi dalam kondisi demam, lemas, penuh luka lebam, dan memar. Selain luka fisik, Dwi juga mengalami depresi hingga minta kepada keluarganya untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.
ADVERTISEMENT
Melihat kondisi Dwi yang semakin memburuk, pihak keluarga mendesak agar PT Duta Putra Banten Mandiri dapat bertanggung jawab.
"Hingga berselang tujuh hari di penampungan, pada 12 Mei 2019, Dwi dibawa ke Rumah Sakit Hermina Daan Mogot, Jakarta Barat," katanya.
Migrant CARE pun menjenguk Dwi yang ternyata sudah dalam kondisi kritis dengan terpasang alat bantu pernapasan dan perekam detak jantung. Berdasarkan diagnosa dokter, Dwi mengalami gangguan fungsi paru-paru.
"Sayangnya, nyawa Dwi tidak dapat terselamatkan. Pada Selasa (14/5) malam, Dwi menghebuskan nafas terakhirnya," ucap Nurhasono.
Ilustrasi Orang Sakit
Ilustrasi orang sakit. Foto: Parentingupstream/Pixabay
Saat ini jenazah Dwi sudah berada di kampung halamannya di Desa Potu, Kecamatan Dompu, Nusa Tenggara Barat untuk dimakamkan.
Atas kematian Dwi tersebut, Migrant Care mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), bersama otoritas penegak hukum untuk:
ADVERTISEMENT
1. Melakukan pembelaan dan pelindungan hak-hak Dwi Kurnia Pratiwi dan keluarganya.
2. Melakukan investigasi terhadap pihak-pihak yang memproses pemberangkatan sampai pemulangan Dwi Kurnia Pratiwi untuk mengungkap dugaan adanya kekerasan dan pembiaran yang menyebabkan terganggunya kondisi fisik maupun psikis Dwi Kurnia Pratiwi hingga meninggal dunia.
3. Memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pihak-pihak yang terlibat apabila ditemukan melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan