kumparan
21 Februari 2019 17:15

TKN Bantah Jokowi Serang Prabowo: Singgung Soal Istri, Baru Serang

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Eriko Sotarduga
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Eriko Sotarduga. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
Debat capres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada (17/2) menyisakan polemik. Kubu Prabowo menyebut dalam debat itu, Jokowi sengaja menyerang Prabowo secara personal.
ADVERTISEMENT
Serangan tersebut setidaknya dilakukan dengan dua isu, pertama mengenai kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan dan Aceh. Kedua dengan menggunakan istilah unicorn dalam bertanya, tapi pertanyannya dianggap tak jelas dan tak tuntas.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Eriko Sotarduga, menegaskan kedua isu tersebut digelontorkan Jokowi bukan untuk menyerang Prabowo. Terkait kepemilikan lahan, Eriko menjelaskan Jokowi mengungkapkan itu karena ingin merespons pertanyaan Prabowo terkait pembagian sertifikat tanah.
"Gini, bahwa ini kan merespons pembagian sertifikat nanti, gimana ke depannya, itu yang mau disampaikan, bahwa ini sesuatu yang dilakukan. Bagaimana Anda sampaikan sesuatu, tapi Anda sendiri punya lahan besar," ujar Eriko dalam diskusi Buntut Siasat Debat Kedua Kedai Kopi di Cikini, Jakarta, Kamis (21/2).
LIPSUS, Tim Pemoles Debat Jokowi dan Prabowo, Tim Jokowi
Capres nomor urut 01 Joko Widodo berswafoto bersama pendukungnya saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pertanyaan tersebut bukanlah serangan. Eriko mencontohkan pernyataan yang akan muncul apabila benar Jokowi ingin menyerang pribadi Prabowo.
ADVERTISEMENT
"Kalau dibilang pribadi (soal kepemilikan lahan) sebenarnya enggak gitu, misalnya kalau kita mau masuk DPR kita kan memang harus declare (mengumumkan) kekayaan kita," katanya.
"Kalau mau (nyerang) pribadi, harusnya gini, 'kenapa Anda enggak punya istri?' Gitu. Kalau misalnya (pertanyaan dan pernyataan Jokowi) ini menyangkut pribadi enggak juga. Tapi sekali lagi ini persepsi," tambahnya.
Sebelumnya, Jokowi dianggap menyerang usai membeberkan kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan dan Aceh. Namun belakangan sebenarnya, kepemilikan tersebut tak sama sekali ia permasalahkan.
Begitu juga dengan unicorn. Jokowi dianggap menyerang dengan menggunakan pertanyaan yang tanggung atau tak tuntas sehingga memancing Prabowo untuk bertanya ulang, seraya mengkonfirmasi.
"Itu kan serangan seperti yang ingin dilancarkan Pak Jokowi pada tahun 2014 lalu, sengaja dengan pertanyaan yang belum tuntas," tuding Timses Prabowo, Riza Patria, di kesempatan yang sama.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan