kumparan
26 Maret 2019 18:37

TKN soal Seruan Jokowi Berbaju Putih ke TPS: Tak Ada Larangan

Jokowi kampanye di Aceh
Capres nomor urut 01 Jokowi berswafoto bersama warga, saat berkampanye di Lhoksemawe, Aceh, Selasa (26/3). Foto: Dok. TKN
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, meluncurkan ‘Gerakan Rabu Putih’. Gerakan ini mengajak masyarakat mengenakan baju putih saat datang ke TPS pada 17 April mendatang.
ADVERTISEMENT
Direktur Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Benny Rhamdani, menjelaskan seruan itu adalah ajakan agar masyarakat tidak golput.
“Pak Jokowi tentu memberikan ajakan yang pertama semangat dan spiritnya adalah untuk masyarakat Indonesia atau pemilih tidak golput. Ia menggunakan hak politiknya untuk memilih calon presiden,” ujar Benny di Posko Cemara, Menteng, Selasa (26/3).
Benny Ramdhani
Benny Ramdhani di Kediaman OSO. Foto: Soejono Eben/kumparan
Ia menilai hal itu sebagai seruan yang positif. Sebab menurutnya baju putih melambangkan warna yang sejuk dan damai. Dia menepis penggunaan baju putih melanggar prinsip kerahasiaan dalam Pemilu, karena berarti yang berbaju putih di TPS mencoblos Jokowi.
“Tidak ada larangan apakah seruan dan ajakan Pak Jokowi itu dilarang dan menabrak undang-undang, PKPU, kan tidak,” ujarnya.
“Kita sudah kaji bahwa tidak pelanggaran terhadap undang-undang maupun PKPU terkait seruan itu. Justru positif,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Benny juga yakin hal itu tidak akan menimbulkan keributan dengan mereka yang tidak memakai baju putih. Menurutnya ada aparat TNI dan Polri juga yang bertugas mengamankan pesta demokrasi.
“Enggaklah, kita berikan kepercayaan negara ini memiliki aparatus yang disebut TNI Polri yang mereka hadir dibiayai oleh masyarakat yang tugas dan fungsinya untuk salah satunya mengamankan pesta demokrasi,” lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan