kumparan
21 Mar 2018 13:50 WIB

TNI AD: Outbound Pakai Tank Tak Sesuai Prosedur

Konpers Hasil investigasi Tank M113 dan KMC (Foto: Reki Febrian/kumparan)
TNI AD mengumumkan hasil investigasi atas terperosoknya Tank M113 A1 milik Yonif Mekanis Riader 412 Kostrad di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah yang menyebabkan 2 orang meninggal. Hasil investigasi menunjukkan ada standar prosedur yang tidak dilaksanakan dalam penggunaan tank di acara outbound itu.
ADVERTISEMENT
Asisten Pengamanan KSAD Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmat mengatakan, kegiatan outbound PAUD Ananda yang dilaksanakan di Yonif Mekanis 412/Kostrad tidak dilaporkan ke pimpinan. Sehingga pengawasan terhadap kegiatan itu tidak maksimal.
"Kegiatan outbound termasuk diselenggarakan untuk mengakomodir PAUD tidak dilaporkan ke komando atas sehingga tidak dilakukan pengawasan scara benar," kata Nur Rahmat saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (21/3).
Kecelakaan Tank TNI (Foto: Facebook/Dewi Phutri )
Tak hanya itu, Nur Rahmat menuturkan ada prosedur yang salah dalam pelaksanaan kegiatan itu. Kegiatan outbound tidak seharusnya menggunakan kendaraan tempur, seperti tank.
"Kegiatan outbound pakai tank tidak sesuai standar prosedur melintasi air oleh personel. Akibatnya tank terperosok, mesin masih hidup, mesin mati akibat sirkulasi udara," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Nur Rahmat memastikan, kondisi tank saat itu dalam kondisi baik. Dari bukti pemeliharaan dan perawatan menunjukkan tank dalam kondisi siap dioperasikan.
"Secara teknis dan prosedur kegiatan tidak memahami sistem pengamanan sesuai protap, tidak ada standar taktis," ucap dia.
"TNI AD bertanggung jawab penuh akibat kecelakaan ini. Dan akan memeriksa semua pihak yang terlibat," pungkas Nur Rahmat.
Tank M113 A1 milik Yonif 412/Kostrad terperosok dan tenggelam di Sungai Bogowonto pada Sabtu, 10 Maret 2017. Saat itu, tank tengah membawa siswa PAUD Ananda keliling Markas Yonif 412/Kostrad.
Sedikitnya ada 3 tank yang terlibat dalam kegiatan ini. Tapi tank ketiga yang melintas tiba-tiba saya terperosok akibat kondisi tanah yang tidak kokoh. Tank miring, amblas, dan terperosok menyebabkan sebagian penumpang Ranpur terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai dan tidak terselamatkan.
ADVERTISEMENT
Dampak dari kejadian, 2 orang meninggal dunia, yaitu Pratu Randi Suryadi dan Sdri Iswandari Kepala Sekolah PAUD Ananda.
Kecelakaan Tank TNI (Foto: Facebook/Dewi Phutri )
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan