Tosan, rekan Salim Kancil.
7 Oktober 2021 16:12
·
waktu baca 6 menit

Tosan, Enam Tahun setelah Tragedi Salim Kancil: Buang Rasa Takut (4)

Tosan masih tampak sama seperti yang dulu. Gurat wajahnya keras, tegas. Nada bicaranya jelas, lugas. Berkaus “Turn Back Crime”, siang itu dia bilang: keadilan belum datang. Namun, ia tak menyimpan dendam.
Bersama Salim Kancil yang dibunuh secara brutal, Tosan tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-Awar yang menentang penambangan pasir ilegal di desa itu—yang sialnya dikuasai oleh bekas kepala desa mereka sendiri: Hariyono.
Forum itu berdiri pada 12 Mei 2015. Empat bulan kemudian, Salim Kancil dan Tosan dianiaya dengan bengis. Salim Kancil tewas di Balai Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, disaksikan puluhan murid TK yang kemudian mengalami trauma.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Salim Kancil dibunuh dengan brutal. Ia dikeroyok, diarak ke balai desa untuk disetrum dan dihajar, lalu diseret ke pemakaman dan dianiaya hingga tewas. Mengapa ia dihabisi dengan bengis? Bagaimana rentetan tragedi itu terjadi? Klik di bawah.