kumparan
5 Des 2018 17:16 WIB

TPU Semper Akan Ditinggikan Agar Tak Kebanjiran Lagi

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara terendam banjir. (Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan)
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, saban tahun selalu banjir saat musim hujan datang. Selain hujan banjir juga disebabkan oleh kondisi tanah yang rendah.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut terlihat di blok AA II blad 50-58 dan blok A II blad 41-49. Sekitar 1.000 makam di dua blok tersebut terendam air hingga ketinggian 50 centimeter.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara terendam banjir. (Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan)
Kepala Seksi Pemakaman Sudin Kehutanan Jakarta Utara Syafdaripal mengungkapkan, pemerintah telah berencana untuk meninggikan pemakaman di dua blok tersebut. Prosesnya diawali dengan pembuatan turap di sekeliling blok yang sudah dimulai sejak 2017.
Setelah diturap makam akan diberikan patok penanda agar posisinya tidak berubah. Lalu lahan tanah akan ditambah di lahan itu sekitar 50 cm hingga tingginya sama dengan blok lainnya.
Pengelola makam akan meletakkan kembali baru nisan di lokasi semua sesuai dengan patok yang sudah dipasang.
Seorang anak sedang memacing di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara yang terendam banjir. (Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan)
Saat ini, turap di blok AII telah jadi. Namun tanah pemakaman itu belum ditinggikan. Syafdaripal mengatakan peninggian di blok itu sempat tertunda karena ada blok lain yang lebih memerlukan untuk segera ditinggikan.
ADVERTISEMENT
“Ya memang sengaja kita bikinin turapnya dulu. Rencana mau bertahap kita isi tanah juga di lokasi itu. Karena kemarin ada yang lebih urgen di blok-blok yang di bawah jalan, kita ngisi (tanah) ke lokasi yang di bawah jalan (dahulu),” kata Syafdaripal.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara terendam banjir. (Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan)
Syafdaripal mengatakan, peninggian tanah TPU Semper membutuhkan waktu yang lama. Ia belum bisa memastikan kapan pekerjaan itu selesai.
Menurutnya pekerjaan itu juga membutuhkan persetujuan dari keluarga pemilik makam. Meski begitu, kebanyakan keluarga setuju jika makam ditinggikan. Bahkan banyak dari mereka yang ingin pekerjaan itu cepat dilakukan.
“Selama ini kalau memang jadi lebih tinggi mereka banyak yang enggak keberatan. (Tapi) prosedur tetap kita jalanin minta persetujuan,” kata Syafdaripal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan