kumparan
News22 Mei 2020 1:25

Tren Corona di Semarang Kembali Naik karena Lonjakan Aktivitas Jelang Lebaran

Konten Redaksi kumparan
PTR - Tes swab ke salah satu pengunjung Mall Paragon
Tes swab ke salah satu pengunjung Mall Paragon Semarang. Foto: Dok. Istimewa
Tren kasus positif virus corona di Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali mengalami kenaikan. Pada Kamis (21/5), tercatat ada penambahan 17 pasien positif.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi, mengatakan tren kenaikan ini dipengaruhi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran 2020. Seperti di pasar hingga mal.
"Selama dua hari ini ada penambahan penderita COVID-19 terkonfirmasi yang cukup signifikan di Kota Semarang,” ujar Hendi usai rapat dengan Forkopimda di Kodim 0733/BS, Kamis (21/5) malam.
"Karena kita tahu, beberapa hari terakhir ini saja cukup banyak masyarakat beraktivitas di jalanan, mal, atau di pasar untuk menyiapkan lebaran. Masyarakat seakan lupa kalau saat ini kita sedang menghadapi pandemi COVID-19," imbuhnya.
Hari Tanpa Bayangan di Tugu Muda Semarang
Hari Tanpa Bayangan di Tugu Muda Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan.
Demi menekan laju sebaran COVID-19, Pemkot Semarang akan menggencarkan pelaksanaan rapid test dan pengambilan swab secara acak di tempat yang rawan keramaian, seperti di pusat perbelanjaan. Sanksi tegas pun akan diterapkan.
ADVERTISEMENT
“Untuk di mal dan tempat-tempat usaha yang ada, kalau kita lakukan rapid atau swab kemudian ada yang reaktif atau positif, mal dan unit usaha tersebut akan kita tutup secara paksa untuk sterilisasi. Di pasar pun kalau hasil tesnya cukup banyak yang reaktif atau positif, juga akan kita tutup untuk disterilkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendi menerangkan penambahan 17 pasien baru corona hari ini berasal dari 3 klaster baru di Kota Semarang. Yakni klaster salah satu pasar, rumah sakit, dan lembaga pendidikan. Namun Hendi tak merinci lokasi klaster yang dimaksud.
“(penambahan) sebanyak 17 orang, dari 3 cluster baru, yaitu sebuah pasar, rumah sakit, dan salah satu lembaga pendidikan," ungkap Hendi.
Di kesempatan yang sama, Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis mengatakan akan memperketat pengawasan di jalur masuk ke Ibu Kota Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
"Khususnya pada pos penyekatan di Kalikangkung, Mangkang, Banyumanik, dan Pedurungan atau Plamongan, tetap kita lakukan sesuai dengan prosedur awal, kecuali ada yang memiliki dokumen sesuai ketentuan Menhub," ujar Aulia.
Selain itu, ia menegaskan tak akan mentoleransi masyarakat yang didapati hendak akan mudik Lebaran 2020 ke Semarang. Polisi akan memutar balik kendaraan pemudik.
"Kalau untuk mudik, kita kembalikan untuk tidak masuk ke kota Semarang, namun sesuai dengan peraturan Menhub bahwa yang tidak diizinkan adalah dari kota yang zona merah seperti Jakarta, Jabar, Jatim. Kalau memang di sekitaran kita, misalnya dari Pekalongan mau masuk Semarang, kita melihat situasional juga dengan pemeriksaan medis, mayoritas masuk ke Kota Semarang dalam rangka melaksanakan bisnis, karena kita periksa tidak ada barang, jadi mereka masuk kemudian melakukan bisnis ada kegiatan dan kembali lagi,” jelas Aulia.
ADVERTISEMENT
Hingga Jumat (22/5) pukul 01.13 WIB, berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, di Kota Semarang secara akumulasi ada sebanyak 238 orang positif corona. Dari jumlah itu ada sebanyak 148 pasien sembuh, 31 meninggal dunia, dan 59 masih dirawat.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan