Trimedya: Puan Bukan Pemimpin yang Suka Pura-pura, Tak Akting Jatuh dari Sepeda

31 Mei 2022 20:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Trimedya Panjaitan saat diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Mengintip Figur Dewas KPK" di Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Trimedya Panjaitan saat diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Mengintip Figur Dewas KPK" di Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Anggota DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan membela kandidat capres PDIP yaitu Puan Maharani, yang tengah bersaing merebut simpati masyarakat jelang Pilpres 2024.
ADVERTISEMENT
Kata Trimed, Puan merupakan sosok pemimpin yang apa adanya dan tidak suka berpura-pura di ruang publik.
“Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura-pura yang memoles dirinya seakan-akan populis, seakan-akan berpihak kepada rakyat. Tapi Mbak Puan mencoba menjadi pemimpin, ya, begitulah dia apa adanya, dia lahir dari sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega, anak Pak Taufiq kemudian jadi politisi di tingkat nasional. Ya, dia enggak perlu kepura-puraan,” kata Trimedya dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (31/5)
Menurut Trimedya, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan mempermak dirinya seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. Trimedya lalu menyoroti Ganjar yang hanya memoles diri dari opini publik.
“Jatuh dari sepeda, akting ada Hari Kanker botak, bukan yang begitu-begitu. Coba apa gunanya Ganjar botak tunjukkan empati, kan, enggak juga. Kenapa dia enggak botak ketika Indonesia kalah di semifinal SEA Games,” ucapnya menyindir Ganjar yang bertengger di puncak survei capres.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Trimedya Panjaitan dan Puan Maharani. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Trimedya Panjaitan dan Puan Maharani. Foto: Dok. Pribadi
Trimedya lalu memaparkan track record Puan yang jelas sejak menjabat Ketua Fraksi PDIP di era oposisi SBY periode 2009-2014 dan Ganjar sebagai anggota fraksi saat itu.
“Mbak Puan kinerjanya dari mulai Ketua Fraksi kemudian dia bisa mengorganisir PDI Perjuangan sebagai partai oposisi kita bisa diperhitungkan. Lihat saja kami dulu banyak atraksi yang kita lakukan beda dengan yang oposisi sekarang, enggak jelas,” ungkap Trimedya.
Ia melanjutkan, Puan sebagai Menko PMK periode 2014-2019 berhasil mengorganisir 7 kementerian dan seluruhnya berkinerja baik dan relatif berhasil.
“Semuanya baik, penyerapan anggarannya semuanya baik, kinerjanya juga baik kemudian dia relatif berhasil membuat tagline Revolusi Mental membumi dan itu, kan, sempat menjadi ikon kita, ya. Revolusi Mental itu, kan, yang digaungkan juga oleh Pak Jokowi,” papar Wakil Ketua MKD DPR ini.
ADVERTISEMENT
Trimedya juga menyebut Puan berhasil memimpin DPR di tengah konstelasi politik yang tinggi. Apalagi para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol di Senayan.
“Pimpinan DPR ini, kan, jagoan-jagoan semua. Ada Azis, ada Dasco, ada Muhaimin, ada Rachmat Gobel itu, kan, jagoan-jagoan semua. Dia juga bisa memimpin pemilihan pimpinan komisi dan AKD mulus semuanya, itu jelas ukuran-ukuran kinerja, itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020