Trump Isyaratkan Akan Kembali Maju Jadi Capres pada 2024

27 Juli 2022 11:42
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden AS Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump saat melambaikan tangan sebelum berangkat dari Joint Base Andrews, Maryland, AS, Rabu (20/1). Foto: Carlos Barria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump saat melambaikan tangan sebelum berangkat dari Joint Base Andrews, Maryland, AS, Rabu (20/1). Foto: Carlos Barria/REUTERS
ADVERTISEMENT
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengindikasikan pencalonannya dalam pemilihan umum 2024. Hal itu disampaikan ketika Trump kembali singgah di Washington pada Selasa (26/7/2022).
ADVERTISEMENT
Trump menginjakkan kaki di Washington untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021. Dia menyampaikan pidato berapi-api dalam kesempatan itu.
Trump berpidato di America First Policy Institute (AFPI). Organisasi nirlaba berhaluan sayap kanan itu dibentuk untuk mempromosikan agenda kebijakan Trump usai pelantikannya pada 2017.
Trump tidak mendeklarasikan niatan untuk kembali mencalonkan diri. Namun, pria berusia 76 tahun itu mengisyaratkan rencana tersebut.
"Saya selalu mengatakan bahwa saya mencalonkan diri untuk pertama kali dan memenangkannya, kemudian saya mencalonkan diri untuk kedua kalinya dan saya mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Kita mungkin harus melakukannya lagi. Kita harus meluruskan negara kita," ujar Trump, dikutip dari AFP, Rabu (27/7/2022).
"Saya berharap dapat memberikan lebih banyak detail dalam pekan-pekan dan bulan-bulan mendatang," sambung dia.
Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, di Washington, AS, Rabu (20/1). Foto: Leah Millis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, di Washington, AS, Rabu (20/1). Foto: Leah Millis/REUTERS
Pidato Trump menggemakan tema kampanyenya pada 2016. Dia kembali menyinggung pencapaian dalam mengatasi imigrasi ilegal dan tingkat kejahatan.
ADVERTISEMENT
Beberapa jam sebelumnya, Mike Pence turut berpidato di hadapan kelompok konservatif di Washington. Mantan wakil presiden Trump itu juga tengah mempertimbangkan pencalonan pada pilpres 2024.
Pence berbicara di sebuah organisasi pemuda konservatif, Young America's Foundation. Dia mengatakan, masyarakat seharusnya menilik masa mendatang dan bukan bernostalgia.
"Pemilu adalah tentang masa depan. Saya datang hari ini bukan untuk melihat ke belakang, tetapi untuk melihat ke depan," tegas Pence.
Trump turut mengulangi klaim palsu atas kemenangannya dalam pemilu sebelumnya. Dia lantas mengecam penyelidikan Komite Khusus Atas Penyerbuan 6 Januari.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Penyerbuan itu bermula ketika Trump menolak hasil pemilu pada November 2020. Joe Biden, memenangkan pertarungan tersebut.
Mengeklaim adanya kecurangan, Trump berupaya membatalkan hasil pemilu. Ribuan pendukungnya kemudian menyerbu Gedung Capitol untuk mencegah pengesahan kemenangan Biden.
ADVERTISEMENT
Aksi tersebut menewaskan lima orang dan melukai ratusan lainnya. Komite investigasi itu lantas mengecam kelambanan dan kelalaian Trump. Dia dinilai menyerukan kekerasan.
Pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di depan Gedung Capitol AS di Washington, AS, Rabu 6 Januari 2021. Foto: Leah Millis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di depan Gedung Capitol AS di Washington, AS, Rabu 6 Januari 2021. Foto: Leah Millis/REUTERS
"Jika saya melepaskan keyakinan saya, jika saya setuju untuk diam, jika saya tinggal di rumah dan bersantai, maka penganiayaan terhadap Donald Trump akan segera dihentikan. Tetapi, bukan itu yang akan saya lakukan. Saya tidak bisa melakukan itu," seru Trump.
"Mereka benar-benar ingin merusak saya sehingga saya tidak bisa lagi bekerja untuk Anda. Dan itu akan terjadi," tambahnya.
Sejak meninggalkan pemerintahan, Trump tetap menjadi tokoh dianggap paling memecah belah di AS. Dia masih melanjutkan kampanye untuk menabur keraguan tentang kekalahannya dari Biden.
Trump tampaknya optimis dapat merenggut kekuasaan. Pasalnya, Biden mendapati dukungan bawah 40 persen dalam jajak pendapat.
ADVERTISEMENT
Partai Demokrat juga diprediksi akan kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu pada November. Trump berniat menunggangi gelombang Partai Republik untuk sampai ke Gedung Putih pada 2024.
Kondisi Gedung Capitol usai serbuan pendukung Trump. Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Gedung Capitol usai serbuan pendukung Trump. Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
Partai Demokrat tidak lantas berdiam diri. Pihaknya menggunakan amarah terhadap Trump untuk merengkuh dukungan menjelang pemilihan.
Komite Khusus Atas Penyerbuan 6 Januari memberikan bukti bahwa Trump berupaya menghancurkan demokrasi AS. Sidang komite DPR AS itu menyinggung upaya Trump mencurangi prosedur pemilu.
Mereka turut menggarisbawahi seruannya untuk menyerang legislator yang menyatakan kekalahan Trump. Jaksa Agung AS, Merrick Garland, tidak mengesampingkan tindakan hukum terhadap Trump.
"Kami mengejar keadilan tanpa rasa takut atau bantuan. Kami bermaksud untuk meminta pertanggungjawaban setiap orang—siapa saja—yang bertanggung jawab secara pidana atas peristiwa seputar 6 Januari, atau upaya apa pun untuk mengganggu pengalihan kekuasaan yang sah dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain, untuk bertanggung jawab," jelas Garland.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020