Trump: Negosiasi AS-Iran Sebagian Besar Selesai, Selat Hormuz Akan Dibuka
·waktu baca 2 menit

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sebagian besar telah selesai.
Trump mengatakan salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade Iran dan sempat memicu guncangan pasar energi global.
“Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lainnya,” tulis Trump di Truth Social, Sabtu (23/5).
“Selain banyak elemen lain dalam kesepakatan itu, Selat Hormuz akan dibuka,” lanjutnya.
Meski begitu, Trump menegaskan detail akhir kesepakatan masih dibahas dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Bahas dengan Pemimpin Timur Tengah
Trump mengatakan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah turut mengikuti panggilan telepon untuk membahas proses negosiasi tersebut.
AFP mencatat, negara-negara yang terlibat antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain, serta perwakilan dari Turki dan Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya berharap dapat kembali menjadi tuan rumah negosiasi lanjutan antara delegasi AS dan Iran dalam waktu dekat.
Ia menyebut Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir juga ikut dalam pembicaraan setelah melakukan kunjungan ke Teheran.
Trump juga mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut percakapan itu berjalan baik.
Isu Nuklir Iran Belum Disepakati
Meski negosiasi disebut hampir selesai, isu program nuklir Iran dilaporkan masih menjadi pembahasan lanjutan.
Laporan The New York Times menyebut rincian mengenai stok uranium Iran yang diperkaya tinggi kemungkinan baru akan dibahas setelah kesepakatan awal tercapai.
Pemerintah Iran juga mengakui masih ada sejumlah perbedaan dengan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan memang ada “tren menuju pendekatan” dengan AS, namun belum tentu langsung menghasilkan kesepakatan penuh.
“Kami berharap detail kesepakatan akhir bisa diselesaikan dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari setelah kerangka awal selesai,” ujarnya kepada televisi pemerintah Iran.
Di tengah proses negosiasi, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS agar tidak kembali melancarkan serangan terhadap negaranya.
“Jika Trump melakukan tindakan bodoh lagi dan memulai perang kembali, maka respons terhadap AS akan jauh lebih menghancurkan,” katanya.
