News
·
22 November 2019 10:43

Tsamara: PSI Usul Masa Jabatan Presiden Hanya 1 Periode tapi 7 Tahun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tsamara: PSI Usul Masa Jabatan Presiden Hanya 1 Periode tapi 7 Tahun  (1811)
Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Berbagai isu mencuat dalam wacana amandemen UUD 1945 yang direkomendasikan MPR periode 2014-2019. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut nimbrung dalam wacana itu dan menyoroti masa jabatan presiden.
ADVERTISEMENT
Ketua DPP PSI Tsamara Amany, menyampaikan usul PSI agar masa jabatan presiden dikoreksi cukup hanya 1 periode, namun selama 7 tahun.
"PSI mengusulkan ide 7 tahun masa kepresidenan tapi dibatasi hanya satu periode," ucap Tsamara dalam keterangan tertulis, Jumat (22/11).
Menurut politikus berusia 23 tahun itu, dengan hanya satu periode, setiap presiden akan bekerja semaksimal mungkin, fokus bekerja buat rakyat dan tak memikirkan pemilu berikutnya.
"Masa jabatan satu periode akan membuat presiden terlepas dari tekanan politik jangka pendek, lebih fokus untuk melahirkan kebijakan terbaik, dan politik akan terbebas dari pragmatisme," tutur Tsamara.
Menurutnya, masa kepemimpinan perlu diperpanjang sampai tujuh tahun agar tiap presiden punya waktu cukup untuk mewujudkan program-program kerjanya.
ADVERTISEMENT
“Selanjutnya, satu periode ini akan menghilangkan konsep petahana dalam pemilihan presiden. Maka tak ada lagi kecurigaan bahwa petahana memanfaatkan kedudukannya untuk kembali menang pemilu,” kata Tsamara.
Dalam pengamatan PSI, pada format 2 x 5 tahun yang saat ini berlaku, hanya efektif 7 atau 8 tahun. “Dua atau tiga tahun sisanya biasa dipakai untuk penyesuaian awal periode dan kampanye pemilu berikut,” kata Tsamara.
"Pemilu tiap 7 tahun juga jelas akan menghemat biaya. Jika biasanya tiap 5 tahun ada pemilu, kelak hanya akan terjadi tiap 7 tahun," pungkasnya.