Kumparan Logo
Konferensi pers di Kemenko Polhukam, Wiranto
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Selasa (24/9).

Tusukan Tak Lukai Organ Dalam, Kondisi Wiranto Stabil

kumparanNEWSverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Selasa (24/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Selasa (24/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menkopolhukam Wiranto ditusuk dua orang usai menghadiri peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Wiranto ditusuk di Alun-alun Manes saat hendak kembali ke Jakarta.

Menurut Dirut RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah, Wiranto mengalami luka di bagian perut bawah akibat tusukan benda tajam. Namun, luka tersebut tidak dalam dan kondisinya relatif stabil.

"Itu ada dua tusukan, tapi belum sampai ke usus. Terkenanya itu di bagian lapisan peritoneum-nya. Kondisinya stabil," kata Firmansyah, Kamis (10/10).

Wiranto saat di larikan ke rumah sakit di Banten. Foto: Dok. Istimewa

Peritoneum adalah membran serosa tipis dan halus yang berfungsi menutupi sebagian besar organ abdomen (rongga perut) dan panggul. Lapisan ini berfungsi untuk menjaga agar organ-organ tubuh yang bersebelahan tidak saling bergesekan.

"Lukanya enggak terlalu parah," ucap Firmansyah.

embed from external kumparan

Wiranto lalu dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk perawatan lebih lanjut. Sebelum dibawa ke RSPAD, Wiranto juga sempat dibawa ke Klinik Menes Medical Center untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Wiranto diserang oleh satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Keduanya diduga terpapar paham radikal ISIS.

"Pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada kumparan, Kamis (10/10).

collection embed figure