kumparan
13 Feb 2019 2:42 WIB

Ucapan Duka Blue Bird Group untuk Sopirnya yang Tewas Bunuh Diri

Suasana rumah Zulfadhli, sopir taksi yang tewas karena gantung diri, di Kampung Waru, Parung, Bogor. Foto: Ajo Darisman/kumparan
Pihak Blue Bird Group mengucapkan belasungkawa atas kematian Zulfadhli, salah satu sopir taksinya yang tewas gantung diri. Zulfadhli diketahui nekad gantung diri karena diduga terkena jeratan setan pinjaman online.
ADVERTISEMENT
"Kami segenap keluarga besar Blue Bird Group hari ini berduka atas kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini," kata Asisten Manager Humas Blue Bird Group, Steven Sanjaya, kepada kumparan, Rabu (13/2).
Steven menyebut, pihaknya juga akan memberikan santunan kepada keluarga Zulfadhli. Selain itu, ia menegaskan, pihaknya juga akan turun langsung dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menangani kasus yang menimpa Zulfadhli.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, termasuk pihak rumah sakit dan kepolisian, serta menunggu informasi update secara menyeluruh dari pihak berwenang dalam kaitan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
Surat yang ditemukan di dekat jasad Zulfadhli. Foto: Dok. Istimewa
Zulfadhli diketahui sudah bergabung sebagai sopir taksi Silver Bird sejak tahun 2006 silam. Selain itu, sebelum akhirnya memutuskan bunuh diri, Zulfadhli juga masih tercatat sebagai pegawai aktif.
ADVERTISEMENT
"Memang benar Bapak Zulfadhli merupakan pengemudi yang masih aktif bertugas di Silver Bird," pungkas Steven.
Zulfadhli ditemukan tewas di kamar indekost salah satu rekannya. Dalam sepucuk surat yang ia tinggalkan, Zulfadhli menyebut ia terpaksa nekad karena sudah terjerat pinjaman online. Ia juga meminta OJK untuk memberantas oknum pinjaman online.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan