News
·
1 September 2020 20:30

UEA Suntikkan Vaksin Sinopharm ke 31 Ribu Relawan dari 120 Negara dalam 6 Minggu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
UEA Suntikkan Vaksin Sinopharm ke 31 Ribu Relawan dari 120 Negara dalam 6 Minggu (6578)
Kick off uji klinis tahap 3 vaksin Sinopharm di UAE pada 16 Juli 2020. Foto: Twitter/@admediaoffice
Uni Emirat Arab (UEA) bekerja cepat dalam menguji klinis Fase III vaksin corona buatan China, Sinopharm. Indonesia juga melirik vaksin ini dari UEA, guna melengkapi vaksin Sinovac yang dikontrak langsung dari China.
ADVERTISEMENT
Saat ini, sebanyak 31 ribu relawan peserta uji coba bertajuk “4Humanity” itu telah menerima suntikan perdana vaksin dari virus yang dimatikan itu (inaktif). Ribuan relawan itu berasal dari 120 kebangsaan dan vaksinasi berlangsung hanya dalam 6 minggu.
Informasi ini dilansir Saudi Gazette mengutip kantor berita Emirates News Agency (WAM), Selasa (1/9).
Banyaknya warga negara asing yang menjadi relawan ini bisa dimaklumi karena hampir 80 persen orang yang tinggal di UEA adalah ekspatriat.
UEA melakukan uji coba dengan proses yang cepat dan efisien, mulai dari pendaftaran relawan, penyaringan/skrining, dan vaksinasi. Efisiensi ini menjadi tolok ukur baru dalam proses uji coba vaksin di dunia global.
Uji coba fase final ini dikelola oleh perusahaan farmasi G42 Healthcare yang berbasis di Abu Dhabi bekerja sama dengan Depkes Abu Dhabi, Kemenkes UEA, dan Perusahaan Layanan Kesehatan Abu Dhabi.
ADVERTISEMENT

Relawan Proses Mendapat Suntikan Kedua

Saat ini ribuan orang dari 31 ribu relawan itu juga telah menerima suntikan kedua kandidat vaksin Sinopharm. Kesehatan relawan dipantau terus menerus.
Karena jumlah relawan telah terlampaui, pusat-pusat vaksinasi di emirati Abu Dhabi dan Sharjah sekarang ditutup dan hanya menerima relawan yang hendak menjalani suntikan kedua dan pemeriksaan kesehatan sesuai program uji klinis.
UEA Suntikkan Vaksin Sinopharm ke 31 Ribu Relawan dari 120 Negara dalam 6 Minggu (6579)
Kunjungan kerja Kepala BPOM Penny Lukito di UEA terkait kerja sama vaksin Sinopharm pada 26 Agustus 2020. Foto: KBRI Abu Dhabi

Indonesia Mendapat 10 Juta Dosis Vaksin

Indonesia berusaha mendapatkan vaksin dalam jumlah besar untuk menanggulangi pandemi corona. Selain dengan Sinovac, Indonesia juga telah mendapatkan komitmen dari G24 Healthcare untuk mendapatkan 10 juta dosis vaksin Sinopharm.
Untuk mendapatkan komitmen ini, Menlu Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir telah terbang ke UEA untuk melakukan pembicaraan. Kunjungan mereka disusul oleh Kepala BPOM Penny Lukito pada 24-26 Agustus.
ADVERTISEMENT
“Kunjungan ini bertujuan khususnya untuk memberikan dukungan langkah-langkah regulatori dalam rangka mengakselerasi akses vaksin COVID-19 dan mendapatkan informasi data terkait pelaksanaan uji klinik yang saat ini tengah dalam proses fase 3 di UEA,” jelas Penny kepada wartawan, Selasa (1/9).
Kunjungan ini sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas terhadap proses pengembangan vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Sinopharm dan dilakukan uji klinis fase 3 di UEA.

"UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin kerja sama G42 dengan Sinoparm dan Kimia Farma pada akhir 2020.

-Kepala BPOM

Vaksin Sinopharm ini, menurut Penny, telah mendapatkan sertifikasi halal dan telah dijabarkan di jurnal ilmiah.