Ukraina Tuduh Rudal Belarusia Serang Desa di Chernihiv

25 Juni 2022 18:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sebuah kendaraan yang terparkir di depan sekolah terlihat hancur di Chernihiv, Ukraina Kamis (12/5/2022). Foto: State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan yang terparkir di depan sekolah terlihat hancur di Chernihiv, Ukraina Kamis (12/5/2022). Foto: State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS
ADVERTISEMENT
Ukraina melaporkan serangan pengeboman besar-besaran yang berasal dari sekutu Rusia, Belarusia, pada Sabtu (25/6/2022).
ADVERTISEMENT
Militer Ukraina menerangkan, dua puluh roket menyasar Desa Desna di wilayah Chernihiv. Pihaknya melaporkan kerusakan pada infrastruktur. Namun, mereka belum melaporkan adanya korban.
Belarusia telah memberikan dukungan logistik untuk Rusia sejak invasi bermula pada 24 Februari. Atas hal itu, Belarusia juga menghadapi sanksi dari Barat.
Pertemuan Presiden Belarusia Alaxander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sergei Chirikov/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Presiden Belarusia Alaxander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sergei Chirikov/Pool via REUTERS
Tetapi, Belarusia berulang kali menegaskan tidak terlibat dalam konflik tersebut secara resmi.
"Serangan hari ini secara langsung terkait dengan upaya Kremlin untuk menarik Belarusia sebagai pihak yang berperang bersama ke dalam perang di Ukraina," jelas Badan Intelijen Asing Ukraina, dikutip dari AFP, Sabtu (25/6/2022).
Serangan tersebut muncul menjelang pertemuan antara Rusia dan Belarusia pada Sabtu (25/6/2022). Presiden Rusia, Vladimir Putin, akan menemui Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko di Saint Petersburg.
ADVERTISEMENT

Perebutan Timur Ukraina

Kondisi di kota Lysychansk, wilayah Luhansk, Ukraina, yang hancur usai digempur Rusia, Jumat (10/6//2022). Foto: Oleksandr Ratushniak/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi di kota Lysychansk, wilayah Luhansk, Ukraina, yang hancur usai digempur Rusia, Jumat (10/6//2022). Foto: Oleksandr Ratushniak/Reuters
Gempuran itu juga menyusul penarikan mundur pasukan Ukraina dari Severodonetsk.
"Berada tetap di posisi yang telah dikupas tanpa henti selama berbulan-bulan tidak masuk akal," tegas Gubernur Luhansk, Sergiy Gaiday.
Kremlin telah mengalihkan fokus terhadap wilayah Donbass—meliputi Luhansk dan Donetsk—saat invasi menyentuh empat bulan.
Gaiday mengatakan, 90 persen kota industri strategis itu telah luluh lantak. Tetapi, pasukan Ukraina mempertahankan Severodonetsk selama berminggu-minggu dengan keras kepala.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebab, jatuhnya Severodonetsk dan Lysychansk akan memberikan kendali atas Luhansk. Sehingga, Rusia dapat membuat kemajuan signifikan di Donbass.
Kondisi usai serangan di kota Lysychansk di wilayah Donbas, Ukraina. Foto: ARIS MESSINIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai serangan di kota Lysychansk di wilayah Donbas, Ukraina. Foto: ARIS MESSINIS / AFP
Namun, mundurnya Ukraina dari Severodonetsk tidak akan mengubah arah perang. Peneliti hubungan internasional di Universitas Tartu Estonia, Ivan Klyszcz, meyakini hal tersebut.
"Gambaran besarnya—perang lambat dari posisi yang sudah mengakar—hampir tidak berubah. Kita tidak bisa mengharapkan terobosan besar-besaran dari Rusia," terang Klyszcz.
ADVERTISEMENT
Gaiday mengatakan, Rusia sekarang bergerak memasuki Lysychansk. Kota itu telah menghadapi pengeboman yang semakin berat. Situasi bagi penduduk pun semakin suram.
Warga mengungkap, mereka tidak lagi memiliki pasokan penting. Hilangnya gas, air, dan listrik telah memaksa mereka untuk memasak dengan api unggun.
Tetapi pria berusia 39 tahun itu optimis dengan pertahanan kota: "Saya percaya pada tentara Ukraina kami, mereka harus (mampu) mengatasinya," ujar warga berusia 39 tahun, Liliya Nesterenko.
Petugas pemadam kebakaran bekerja pada kebakaran di sebuah gedung setelah pemboman di kota Chuhuiv, Ukraina timur, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Foto: Aris Messinis/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran bekerja pada kebakaran di sebuah gedung setelah pemboman di kota Chuhuiv, Ukraina timur, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Foto: Aris Messinis/AFP
Kelompok separatis pro-Rusia di Luhansk mengatakan, pihaknya juga telah mengambil alih seluruh desa di Zolote dan Hirske pada Jumat (24/6/2022).
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, hingga 2.000 orang terkepung di wilayah tersebut. Rusia turut memperkuat serangannya di Kharkiv dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT
Gedung administrasi 10 lantai di pusat kota tersebut dihantam rudal. Ledakan kemudian menyulut kebakaran di lokasi.
"Rusia sedang menyelesaikan apa yang mereka mulai," kata seorang tentara Ukraina.
Wartawan AFP kemudian menemukan seekor anjing liar memakan sisa-sisa manusia di Chuguiv. Kota tetangga Kharkiv itu menanggung serangan yang menewaskan enam orang pada awal pekan ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·