Uni Emirat Arab Larang Pelaku Perjalanan dari Liberia, Sierra Leone, dan Namibia

20 Juni 2021 3:30
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Uni Emirat Arab Larang Pelaku Perjalanan dari Liberia, Sierra Leone, dan Namibia (7987)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Lockdown di Dubai, Uni Emirat Arab Foto: AP Photo/Jon Gambrell
ADVERTISEMENT
Uni Emirat Arab (UAE) akan melarang pelaku perjalanan dari Liberia, Sierra Leone, dan Namibia memasuki negara itu dengan penerbangan nasional dan internasional. Dikutip dari Reuters, kebijakan ini berlaku efektif mulai pukul 23.59 pada Senin (21/6) mendatang.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA), larangan ini juga termasuk bagi pelaku perjalanan yang transit, dengan pengecualian penerbangan transit bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke UAE dan menuju negara-negara tersebut.
Sementara penerbangan kargo antara negara-negara itu dan UAE akan terus beroperasi seperti biasa. GCAA mengatakan, larangan tersebut diberlakukan untuk membatasi penyebaran COVID-19.
GCAA juga menambahkan kebijakan itu dikecualikan bagi warga UAE, kerabat tingkat pertama, perjalanan diplomatik, delegasi resmi, jet bisnis yang harus mendapatkan izin sebelumnya, pemegang izin tinggal emas dan perak, dan mereka yang bekerja di sektor esensial.
Uni Emirat Arab Larang Pelaku Perjalanan dari Liberia, Sierra Leone, dan Namibia (7988)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria menerima satu dosis vaksin corona di Dubai, Uni Emirat Arab. Foto: Abdel Hadi Ramahi/Reuters
Meski demikian, mereka yang dikecualikan tetap harus mengikuti tes PCR di bandara dan wajib menjalani karantina selama 10 hari.
Secara terpisah, Komite Tertinggi Manajemen Krisis dan Bencana Dubai mengatakan pihaknya akan memperbolehkan pelaku perjalanan dari Afrika Selatan yang telah menerima dua dosis vaksin corona yang disetujui UAE untuk masuk ke Dubai mulai 23 Juni mendatang.
ADVERTISEMENT
Pelaku perjalanan dari India, yang memiliki visa tinggal yang sah dan telah menerima dua dosis vaksin yang disetujui UAE juga akan diperbolehkan masuk ke negara itu.
Sementara pelaku perjalanan dari Nigeria hanya boleh menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diambil 48 jam sebelum keberangkatan dan harus mengikuti tes PCR lagi setibanya di Dubai.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020