News
·
15 September 2021 20:50
·
waktu baca 2 menit

Uni Eropa Donasikan Tambahan 200 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Berbagai Negara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Uni Eropa Donasikan Tambahan 200 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Berbagai Negara (415725)
searchPerbesar
Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen. Foto: REUTERS/Francois Lenoir
Sebagai salah satu upaya penyetaraan cakupan vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia, Uni Eropa akan mendonasikan tambahan 200 juta dosis vaksin untuk negara-negara berpendapatan rendah.
ADVERTISEMENT
Pada pidatonya di Parlemen Eropa pada Rabu (15/9), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan prioritas utama Uni Eropa adalah untuk mempercepat vaksinasi global.
Meski sudah berkomitmen, Uni Eropa tidak mengungkap negara mana saja yang akan mendapat vaksin dari mereka.
Von der Leyen mengatakan, Komisi Eropa akan mendonasikan vaksin tambahan mulai tahun depan. 200 juta dosis ini merupakan tambahan dari komitmen sebelumnya, yakni 250 juta dosis.
Lebih lanjut, ia mengatakan telah melihat “perbedaan yang mengkhawatirkan” antara tingkat vaksinasi di negara-negara anggota Uni Eropa.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Uni Eropa Donasikan Tambahan 200 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Berbagai Negara (415726)
searchPerbesar
Seorang pekerja medis menerima vaksin corona COVISHIELD dari AstraZeneca di Naypyitaw, Myanmar, Rabu (27/1). Foto: Thar Byaw/REUTERS
Presiden Komisi menambahkan, UE telah mengamankan tambahan 1,8 miliar dosis vaksin untuk mencakup vaksinasi, baik dua dosis awal maupun booster (dosis ketiga).
“Mari lakukan apa pun yang dapat dilakukan, untuk memastikan bahwa situasi ini tidak berubah menjadi pandemi bagi orang-orang yang belum divaksinasi,” tegas von der Leyen di Strasbourg, Prancis.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ia mengatakan Uni Eropa saat ini tengah merencanakan otoritas respons darurat kesehatan, yang dirancang untuk meningkatkan respons blok mereka terhadap ancaman kesehatan.
Menurut von der Leyen, UE menginvestasikan hingga 50 miliar Euro (Rp 841 triliun)sampai 2027, untuk meningkatkan kesiapan serta ketangguhan dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa mendatang.
“Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi virus yang akan mengubah epidemi lokal menjadi pandemi global. Tidak ada hasil investasi yang lebih baik dari itu,” pungkasnya.