kumparan
18 Mei 2019 7:33

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Rezim Suriah

Bendera Uni Eropa
Bendera Uni Eropa Foto: REUTERS/Yves Herman
Dewan Eropa memperpanjang kebijakan sanksi terhadap rezim Suriah selama setahun ke depan sampai 1 Juni 2020.
ADVERTISEMENT
Sejalan dengan strategi Uni Eropa di Suriah, Dewan memutuskan untuk mempertahankan langkah-langkah restriktif terhadap rezim Suriah dan pendukungnya karena penindasan terhadap penduduk sipil masih terus berlanjut.
Dewan juga mencoret 5 orang yang telah meninggal dunia dari daftar sanksi, serta satu entitas yang tidak eksis lagi dan satu entitas lainnya yang sudah tidak ada alasan lagi untuk mempertahankannya dalam daftar sanksi, demikian siaran pers Uni Eropa yang diterima kumparan Den Haag Jumat petang atau Sabtu (18/5) WIB.
Daftar sanksi saat ini mencakup 270 orang dan 70 entitas yang ditargetkan kena larangan perjalanan dan pembekuan aset karena bertanggung jawab atas penindasan dengan kekerasan terhadap penduduk sipil di Suriah, mendapatkan manfaat dari mendukung rezim, dan atau terkait dengan orang atau entitas tersebut.
ADVERTISEMENT
Secara lebih luas, sanksi yang saat ini berlaku terhadap Suriah termasuk embargo minyak, pembatasan investasi tertentu, pembekuan aset bank sentral Suriah yang ada di Uni Eropa, pembatasan ekspor pada peralatan dan teknologi yang mungkin digunakan untuk represi internal serta pada peralatan dan teknologi untuk pemantauan atau intersepsi komunikasi internet atau telepon.
Uni Eropa tetap berkomitmen untuk menemukan solusi politik yang langgeng dan kredibel untuk konflik di Suriah sebagaimana didefinisikan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 dan dalam Komunike Jenewa 2012.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan