UNRWA Sebut Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Gaza Semakin Rumit

Kepala badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) mengatakan kelompok penyelundup telah menambah kekacauan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza, Selasa (25/6).
“Pada dasarnya, saat ini kita dihadapkan pada gangguan total terhadap hukum dan ketertiban,” kata Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.
Ia menyalahkan peningkatan jumlah geng yang terlibat dalam penyelundupan barang bantuan.
“Ini menjadi semakin rumit (untuk menyalurkan bantuan),” tambahnya.
Didirikan pada 1949 setelah perang Arab-Israel pertama, UNRWA menyediakan beragam layanan, termasuk sekolah, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, hingga Lebanon.
Awal tahun 2024, banyak negara menghentikan pembayaran kepada badan tersebut menyusul klaim Israel bahwa beberapa staf UNRWA terkait dengan kelompok bersenjata Palestina.
Ketika ditanya mengenai pendanaan, Lazzarini mengatakan semua negara tersebut, kecuali dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Inggris, telah melanjutkan pendanaan.
Lazzarini menambahkan, badan PBB itu kini sudah memiliki dana yang cukup untuk membiayai operasional hingga akhir Agustus mendatang.
