kumparan
News27 Maret 2020 9:07

Update Corona Global: AS Lampaui China hingga Suntikan Dana G20

Konten Redaksi kumparan
Virus Corona-London-Pasien
Petugas medis membawa pasien virus corona dari ambulans menuju rumah sakit S Thomas di London, Inggris. Foto: REUTERS/Hannah McKay
Virus corona semakin mengganas di berbagai negara. Di Amerika Serikat, penderitanya bahkan telah lebih banyak dibanding China, negara asal virus penyerang pernapasan ini.
ADVERTISEMENT
Tapi semoga situasi akan seperti apa yang dikatakan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pekan ini: It will get worse before it gets better --situasi akan memburuk sebelum akhirnya membaik.
Berikut adalah update kondisi global akibat wabah virus corona, dikutip dari berbagai sumber:
- RS John Hopking mencatat per Jumat (27/3), ada 531 ribu penderita virus corona di 182 negara seluruh dunia. Angka kematian 24 ribu lebih orang.
- Amerika Serikat melampaui China dalam jumlah penderita corona. Di AS kini ada 83 ribu lebih, sementara di China ada 81 ribu. Posisi ketiga ada Italia dengan 80 ribu, lalu Spanyol 57 ribu, Jerman 43 ribu, dan Prancis 29 ribu.
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan tanggapan tentang virus corona di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Jonathan Ernst
- Angka kematian tertinggi tetap di Italia, yakni 8.215 orang. China kini ada di posisi ketiga dengan 3.169 orang. Kematian terbesar kedua adalah Spanyol 4.365 orang.
ADVERTISEMENT
- Eropa menjadi benua dengan angka kematian akibat corona terbanyak, yakni lebih dari 15.500 orang.
- Di Prancis yang memiliki 360 kematian, remaja 16 tahun meninggal karena corona. Kematian remaja akibat corona adalah kasus langka di dunia, walau bukan tidak mungkin.
- Dalam sepekan ini, Jerman telah menguji 500 ribu orang. Deteksi dan penanganan cepat membuat Jerman jadi salah satu negara maju di Eropa dengan kematian terkecil akibat corona.
Virus Corona Jerman
Warga Berlin menggunakan masker untuk menghindari tertular virus corona. Foto: REUTERS / Michele Tantussi
- Spanyol memperpanjang lockdown hingga 12 April.
- Angka penderita corona penularan lokal di China telah nol. China kini menghadapi penularan dari luar atau imported case dengan cara menutup penerbangan internasional dan melarang orang asing masuk.
- Negara-negara G20, termasuk Indonesia, berkomitmen menyuntikkan dana hingga USD 5 triliun untuk mengatasi ambruknya perekonomian global akibat virus corona.
ADVERTISEMENT
- Di saat negara-negara menutup tempat ibadah, Presiden Brasil Jair Bolsonaro malah memerintahkan gereja tetap buka. Dia mengatakan, ibadah adalah aktivitas esensial.
Daerah kumuh di Cidade de Deus- Rio de Janeiro- Brasil
Anak-anak bermain di daerah kumuh di Cidade de Deus, Rio de Janeiro, Brasil. Foto: REUTERS/Ricardo Moraes
- Jepang melarang masuk warga dari 21 negara Eropa dan Iran.
- Korea Selatan mengancam mendeportasi warga asing yang melanggar karantina 14 hari. Jika ada warganya yang melanggar, Korsel mengancam penjara.
- Selandia Baru memulai lockdown satu bulan.
- Arab Saudi akan menggratiskan kepulangan jemaah umrah Indonesia yang tertahan karena penutupan penerbangan. Saudi juga membebaskan 250 warga asing yang melanggar peraturan imigrasi.
======================
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan