News
·
16 Maret 2021 15:35

Vaksin Sinovac Habis Masa Simpan 25 Maret Masih Ada di Papua? Ini Kata Kemenkes

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Vaksin Sinovac Habis Masa Simpan 25 Maret Masih Ada di Papua? Ini Kata Kemenkes (676797)
searchPerbesar
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya masih akan mengecek ke Provinsi Papua terkait stok vaksin coronavac Sinovac batch 1 yang kedaluwarsa 25 Maret, Senin (15/3). Bagaimana updatenya hari ini?
ADVERTISEMENT
"Apakah ini masih ada di Papua? Kalau menurut laporan yang disampaikan oleh provinsi sampai saat ini kami sampaikan yang 1,2 juta itu sudah habis disuntikkan kepada sasaran tenaga kesehatan ya," kata jubir vaksinasi corona Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi dalam jumpa pers virtual, Selasa (16/3).
1,2 juta vaksin Sinovac siap pakai ini tiba Desember 2020. Kata Nadia, vaksin ini diproduksi Sinovac September 2020, jadi dengan masa simpan 6 bulan habis bulan Maret 2021.
"Tapi ini akan menjadi input mungkin masukan kepada kami untuk kami lebih pastikan terkait dengan vaksin sinovac atau vaksin coronavac yang ada di Papua ini karena kan tadi mungkin ada dua batch ya. Secara bersatu ada 2-4 batch yang akan expired pada 25 Maret ini, yang 6 batch lagi itu akan expired di bulan Mei artinya memang masih ada waktu untuk itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi kita sekarang akan cek lagi terutama untuk mungkin tadi ini masukannya ya untuk di Provinsi Papua," imbuh dia.
Namun berdasarkan informasi ataupun laporan yang disampaikan saat ini melalui sistem SMILE, sistem informasi untuk manajemen memantau ketersediaan vaksin, sudah tidak ada vaksin yang habis masa simpan 25 Maret.
"Kita juga sudah konfirmasi ke provinsi terkait vaksin coronavac ini semuanya sudah hampir tidak ada di fasyankes karena sudah digunakan," tutup dia.
Vaksin Sinovac Habis Masa Simpan 25 Maret Masih Ada di Papua? Ini Kata Kemenkes (676798)
searchPerbesar
kemasan Vaksin Corona Sinovac (kiri) dan Kemasan vaksin COVID-19 yang diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) Bio Farma (kanan). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS dan M Agung Rajasa/ANTARA FOTO