News
·
25 Februari 2021 15:27

Vaksin Sinovac Tiba di Filipina, Vaksinasi Dimulai Pekan Depan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Vaksin Sinovac Tiba di Filipina, Vaksinasi Dimulai Pekan Depan (324753)
Petugas menata kemasan vaksin COVID-19 Sinovac sebelum dimasukan ke dalam lemari pendingin khusus vaksin di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Candra Yanuarsyah/Antara Foto
Pada akhir pekan ini, Filipina akan menerima pengiriman vaksin COVID-19. Pejabat senior Filipina mengatakan bahwa kemungkinan program vaksinasi akan dimulai minggu depan.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, Filipina akan menjadi negara Asia Tenggara terakhir yang menerima rangkaian vaksin awal. Filipina akan menerima pengiriman vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech Ltd, China.
Sebanyak 600 ribu dosis vaksin yang akan dikirimkan Sinovac kepada Filipina. Juru bicara presiden Filipina, Harry Roque, mengatakan vaksin diperkirakan akan tiba pada hari Minggu (28/2).
"Ini akan diluncurkan pada hari Senin (1/3), karena warga kami sangat bersemangat," kata Roque.
Roque juga menambahkan, di antara yang pertama akan menerima vaksinasi adalah seorang pejabat rumah sakit yang kehilangan kedua orang tuanya karena corona dan seorang pengemudi becak.

Filipina sebelumnya telah memesan sebanyak 25 juta dosis vaksin Sinovac untuk dikirim pada gelombang pertama pada 23 Februari. Namun, izin penggunaan darurat yang baru keluar minggu ini membuat pengiriman vaksin tertunda.

ADVERTISEMENT
Selain Sinovac, 10.000 dosis vaksin COVID-19 dari Sinopharm China juga akan segera tiba di Filipina. Sedangkan vaksin dari AstraZeneca akan tiba pada bulan Maret 2021.
Harus saya akui, kalau kita keras memaksakan menggunakan merek Barat, kita pasti masih menunggu kedatangannya.
-Jubir Kepresidenan Harry Roque
Vaksin Sinovac Tiba di Filipina, Vaksinasi Dimulai Pekan Depan (324754)
Sejumlah warga menaiki truk tumpangan gratis usai penghentian layanan transportasi umum di Manila, Filipina terkait corona, Selasa (17/3). Foto: AFP/Ted Aljibe
Program vaksinasi bagi Filipina sangat penting untuk menghidupkan kembali ekonominya yang menurun 9,5 persen tahun lalu karena lockdown ketat. Aturan itu juga menghantam minat belanja konsumen yang mengakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja.
Saat ini, Filipina telah mencatat kasus positif corona sebanyak 566 ribu kasus. Sedangkan angka kematian akibat corona sebanyak 12.129 orang.