

kumparanNEWS
5 Jan 2026
Bertaruh Nyawa, Cerita Penjaga Parlintasan Stasiun Tebet
Indra (55) sejak 2020 menjaga palang perlintasan kereta api di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, secara swadaya bersama warga sekitar. Ia menyebut pekerjaan ini berisiko tinggi, baik karena kereta yang melaju cepat maupun pengendara yang nekat menerobos palang meski sudah ditutup.
Penjagaan perlintasan dilakukan secara bergiliran oleh sekitar 20 warga selama 24 jam, murni atas inisiatif masyarakat tanpa keterlibatan resmi PT KAI. Para penjaga pun kumpulkan uang kas untuk operasional dan perbaikan fasilitas, seperti palang, jalan, dan saung penjagaan.
Dari menjaga palang, Indra memperoleh penghasilan yang tidak menentu, berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, ia juga bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Penghasilan sekitar Rp 100 ribu per hari ia gunakan untuk kebutuhan keluarga, bahkan sesekali disisihkan untuk memberi makan kucing liar di sekitar perlintasan.
0 Komentar
Belum ada komentar
