

kumparanNEWS
3 Feb 2026
Tangis Nenek Saudah di DPR, Minta Keadilan Atas Penganiayaan
Tangis Nenek Saudah (68), warga Pasaman, Sumatera Barat, pecah saat ikut Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (2/2). Ia hadir sebagai korban dalam kasus yang diduga berkaitan dengan penolakannya terhadap aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tempat tinggalnya.
Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin mengatakan, LPSK telah melakukan penjangkauan sejak awal Januari 2026 dan mengidentifikasi kebutuhan perlindungan korban, termasuk pendampingan hukum, medis, dan psikologis. LPSK juga mencatat adanya perbedaan keterangan antara versi korban dan aparat penegak hukum yang perlu didalami lebih lanjut.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menilai kasus ini tidak terlepas dari konflik tambang emas ilegal yang telah lama berlangsung. Ia menilai negara belum maksimal melindungi warga. Komnas HAM dan Komnas Perempuan mendorong investigasi menyeluruh, pemulihan korban, serta penutupan permanen tambang ilegal.
0 Komentar
Belum ada komentar
