Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Bahkan ada juga warganet yang sengaja bertanya dengan pertanyaan nyeleneh ke akun tersebut. Meski begitu, admin Twitter BIN tetap memberikan jawaban yang tak kalah lucu.
Salah satunya, ada warganet bertanya soal penyamaran dengan berkedok sebagai pedagang makanan pecel. "Tapi [kalau] laku boleh buka cabangkah?" tanya netizen.
Akun BIN tersebut menjawab, "asal bukan hatinya yang bukan cabang".
Tak hanya sampai di situ. Pengungkapan BIN terkait generasi milenial yang gampang direkrut oleh teroris pun jadi bahan guyonan. Salah satunya, orang humoris susah untuk direkrut kelompok teroris.
Menanggapi temuan itu, seorang warganet bertanya, "saya humoris tapi kenapa belum direkrut mertua ya?"
"Martabaknya kurang spesial," jawab akun Twitter BIN.
Terkait admin Twitter yang humoris itu, Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan, hal itu sebagai salah satu cara dalam berkomunikasi dengan masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Dalam menanggapi cuitan tidak harus selalu serius, namun terkadang bisa ditanggapi dengan ringan namun tetap memperhatikan etika," kata Wawan kepada kumparan, Minggu (11/4).
Ia menambahkan, cuitan itu sebagi bentuk BIN sangat responsif dan menjauhkan imej serem dan tertutup.
"BIN adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Komunikasi yang baik akan menghindarkan kita dari miskomunikasi," pungkasnya.