News
·
13 Agustus 2020 17:31

Viral Skripsi di Universitas Muhammadiyah Malang Soal Zionisme di Film Kartun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Viral Skripsi di Universitas Muhammadiyah Malang Soal Zionisme di Film Kartun (77709)
Ilustrasi kampus. Foto: Pixabay
Skripsi sarjana dari sebuah kampus di Indonesia menjadi perbincangan. Sebab, dalam tangkapan layar, terlihat sumber internet yang digunakan dan topik yang mengangkat tentang Zionisme.
ADVERTISEMENT
Foto tersebut diunggah oleh Gilang Lukman, peneliti Kajian Timur Tengah dan pendiri Hafia Institute lewat Twitter pribadinya @gilangcomrade pada Selasa (11/8) dan viral.
"Kualitas skripsi sarjana FISIP di Indonesia," cuit Gilang dengan menyertakan tangkap layar halaman judul dan daftar pustaka tersebut.
Halaman judul yang diunggah Lukman itu bertuliskan "Tanda Zionisme dalam Film Kartun Anak di Televisi" menggunakan analisis Semiotika pada tayangan film kartun asal Amerika Serikat Spongebob Squarepants.
Usut punya usut, skripsi tersebut ditulis oleh alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UMM Himawan Simpati.
"Benar, naskah itu memang skripsi alumni kami, mahasiswa angkatan 2012 yang lulus tahun 2016. Nilainya baik dan lulus tepat waktu," ungkap Kaprodi Ilmu Komunikasi UMM kepada kumparan Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
Menurut Himawan, skripsi tersebut telah diuji oleh tim penguji dan dinyatakan lulus. Sebagai ilmu interdisipliner, Ilmu Komunikasi dapat mengangkat beragam topik untuk diteliti. Bagi Himawan, kajian zionisme bukan pengecualian.
Merujuk pada pendapat warganet terkait sumber skripsi yang tidak ilmiah, Himawan juga mengatakan bahwa hal itu sah dilakukan sebagai penunjang informasi tentang kajian yang diteliti oleh mahasiswanya.
"Secara metodologi semiotika, sah-sah saja mencari rujukan informasi tambahan tentang kajian yang diteliti," tambahnya.
Pendapat masyarakat tentang kualitas skripsi yang tidak ilmiah karena bersumber dari halaman blog juga disangkal oleh Himawan. Menurutnya, dalam riset memang membutuhkan banyak rujukan data sebagai penguat data primer.
Data primer yang bersumber dari buku, jurnal dan film digunakan dalam mengolah penelitian tersebut. Dan data internet lainnya digunakan sebagai penunjang.
ADVERTISEMENT
"Dalam tangkapan layar itu, yang ditampilkan hanya halaman cover dan daftar pustaka yang dari internet, tetapi halaman lain yang berisi dari buku dan jurnal tidak diunggah," tambahnya.
Himawan berpesan kepada masyarakat untuk membaca informasi yang tersebar di media sosial dengan cerdas, dengan mencari tahu terlebih dahulu sumber dan kelengkapan data dari setiap unggahan yang viral.
"Karena area medsos terbatas untuk melakukan klarifikasi. Bisa jadi itu adalah hoaks, atau memang sengaja di-framing dengan kepentingan tertentu," pungkasnya.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.