News
·
5 Agustus 2020 15:01

Viral Video Pengunjung Kemping Asyik Dugem di Kaki Gunung Rinjani

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Viral Video Pengunjung Kemping Asyik Dugem di Kaki Gunung Rinjani (703803)
Gunung Rinjani Foto: Shutter stock
Viral sejumlah video yang memperlihatkan sekelompok orang dugem di kawasan Savana Bukit Propok, Sembalun, Lombok Timur. Dalam rekaman itu, sejumlah orang teriak-teriak sambil berjoget dalam kerumunan.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady mengatakan, berdasarkan hasil evaluasinya, ditemukan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pengunjung Bukit Propok. Video dugem itu diduga direkam pengunjung pada Sabtu (1/8).
"Menurut kami itu melanggar. Solusinya cuma satu, kita akan tutup sementara karena jenis pelanggarannya kategori yang bisa membuat kluster baru penyebaran COVID-19," ujar Dedy kepada Antara, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, batas waktu penutupan sementara destinasi wisata tersebut tergantung hasil evaluasi bersama pemerintah daerah, kepala desa, dan pokdarwis yang diberikan hak pengelolaan kawasan wisata tersebut.
"Bisa jadi ada pembenahan standar operasional prosedur pemeriksaan pengunjung dan alat alat yang bisa menimbulkan kebisingan di sepanjang pendakian dan areal perkemahan," ucap Dedy.
ADVERTISEMENT
Menurutnya penutupan sementara satu destinasi wisata di dalam kawasan TNGR tersebut bisa menjadi pembelajaran kepada pengunjung bahwa tanggung jawab untuk beraktivitas wisata sesuai protokol kesehatan COVID-19.
"Tanggung jawab tersebut bukan hanya dilakukan oleh BTNGR dan pokdarwis selaku pengelola, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pengunjung," pungkas Dedy.
Ia mengatakan destinasi wisata Bukit Propok dibuka sejak 7 Juli 2020 bersamaan dengan beberapa destinasi wisata non-pendakian lain yang ada di dalam kawasanTNGR Rinjani, seperti Air Terjun Joben, Mangku Sakti, dan lainnya.
Pembukaan destinasi wisata tersebut disertai dengan upaya evaluasi bersama semua pihak terkait dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTB.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kabupaten Lombok Timur, Royal Sembahulun sangat menyayangkan aksi dugem yang dilakukan para pendaki di atas Savana Propok tersebut.
ADVERTISEMENT
"Tentunya ini mengganggu para pendaki lainya. Mestinya ketika melakukan camping cukup menikmati ketenangan yang disediakan alam sekitar bukan dengan joget bersama," kata Sembahulun, Selasa (4/8).
Ia pun berharap semoga hal serupa tidak terjadi lagi agar tidak memberikan kesan negatif bagai para pencinta ketinggian.