Viral Video Siswa Kelas 2 SD di Malang Dianiaya Kakak Kelasnya, Alami Luka-luka

24 November 2022 13:19 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
ADVERTISEMENT
Viral sebuah video seorang bocah terbaring di rumah sakit dengan keadaan seperti tak sadarkan diri. Dalam video yang viral di instagram tersebut terlihat bocah itu hanya bisa berbaring di atas kasur.
ADVERTISEMENT
Dari informasi yang dihimpun, bocah itu merupakan seorang siswa kelas 2 SD di Kabupaten Malang berinisial MWF (8).
MWF merupakan warga Desa Kalinyamat Jenggolo, Kecamatan Kepanjangan, Kabupaten Malang.
Ia menjalani perawatan di rumah sakit lantaran diduga mengalami bullying pengeroyokan oleh kakak kelasnya sendiri hingga koma.
Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik membenarkan informasi adanya pengeroyokan terhadap MWF.
Taufik mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/11). MWF ditemukan tergeletak lemas di dekat sekolahnya dan diketahui oleh warga sekitar yang tengah melintas.
"Korban dianiaya di Sengguruh kemudian ditinggal. Lalu seorang kakek mengantar korban pulang ke rumah," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (24/11).
Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyidikan dengan memeriksa 7 terduga pelaku di Mapolres Malang.
ADVERTISEMENT
"Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan terduga pelaku," ucapnya.
Taufik menjelaskan, korban mengalami bullying oleh kakak kelasnya dengan mengalami pemukulan di beberapa bagian tubuhnya hingga tergeletak.
"Jadi korban dipegangi oleh kakak kelas itu. Kemudian dipukul di bagian dada, kepala hingga dipelintir," jelasnya.
Namun, saat ini polisi masih mendalami terkait motif pengeroyokan yang dilakukan oleh 7 terduga pelaku itu.
Sementara itu, ayah korban bernama Edi Subandi menyampaikan, sesampainya di rumah pasca pengeroyokan, anaknya mengeluh sakit dan izin tidak bisa masuk sekolah keesokannya.
Hingga pada lima hari setelah kejadian pengeroyokan, korban juga merasakan sakit kepala hingga kejang-kejang karena kesakitan.
"Sore hari itu dia ngeluh pusing enggak ketolong, badan tidak panas, kemudian kejang-kejang. Sempat muntah-muntah juga," kata Edi.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan setelah anaknya mengeluh kesakitan, lantas ia membawa MWF ke rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan rontgen, ada luka di dalam kepala bagian belakang serta di bagian dada korban.
"Sekarang sudah ada baikan," ungkapnya.
Saat ditanya oleh Edi, anaknya tersebut diduga telah mengalami penganiayaan oleh kakak kelasnya sejak duduk di bangku sekolah kelas 1 SD.
Hal ini diketahui setelah korban menceritakan kepada ayahnya. Selain itu, korban juga beberapa kali dimintai uang oleh para terduga pelaku itu.
"Dia baru ngaku baru baru ini. Dia enggak pernah cerita sebelumnya," tuturnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Edi langsung melaporkan ke polisi untuk diusut terkait penganiayaan yang dialami oleh anaknya itu.
"Karena ini sudah fatal, kami laporkan ke PPA (Polres Malang). Namun ini saya juga fokus pemulihan anak. Ini urusannya sudah nyawa, jadi kami ikuti aturan yang berlaku," pungkas Edi.
ADVERTISEMENT