News
·
23 Februari 2021 9:33

Wagub DKI soal Data Banjir 2016-2017 Tak Muncul: Hanya yang Ekstrem

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wagub DKI soal Data Banjir 2016-2017 Tak Muncul: Hanya yang Ekstrem (31555)
Petugas mengevakuasi korban banjir di Jakarta. Foto: Instagram/@aniesbaswedan
Data banjir Jakarta yang disajikan Pemprov DKI menuai banyak pertanyaan. Sebab, data banjir tahun 2016-2017 saat Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak dimasukkan ke dalam daftar pembanding.
ADVERTISEMENT
Merespons hal itu, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, memang tak mungkin semua data harus dimasukkan. Namun dia memastikan tak ada yang disembunyikan Pemprov terkait data banjir.
"Tidak ada data yang disembunyikan, semuanya sesuai data dan fakta, tidak mungkin setiap tahun dipaparkan," kata Riza kepada wartawan, Selasa (23/2).
Wagub DKI soal Data Banjir 2016-2017 Tak Muncul: Hanya yang Ekstrem (31556)
Warga mengambil air dari tempat makan yang terdampak banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Dia menjelaskan, data yang dirunut Pemprov DKI hanya periode saat terjadi hujan ekstrem. Sementara tahun dengan curah hujan tak ekstrem tak dimasukkan.
"Kalau teman-teman mau data setiap tahun, ada datanya, titik-titiknya ada semua lengkap silakan cek di Kominfo dan SDA. Ini data yang ditampilkan data yang banjir besar, yang hujan-hujan ekstrem saja," jelasnya.
"Itu kan datanya ada di situ, silakan, itu kan bukan banjir besar seperti 5 tahunan atau yang ada ekstrem," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Adapun dalam tabel pembanding Pemprov DKI, data yang masuk dalam list hanya data tahun 2 Februari 2002, 2 Februari 2007, 17 Januari 2013, 11 Februari 2015, 1 Januari 2020, dan 20 Februari 2021.
Namun, bila dilihat dari data yang dipaparkan, tak semua masuk dalam kategori hujan esktrem. Hal itu tercatat pada 17 Januari 2013, yakni 100 mm per jam. Angka ini masih kategori sangat lebat. Sebab, hujan dikatakan ekstrem bila intensitasnya mencapai lebih dari 150 mm per jam.
"Jadi yang pasti ya teman-teman bisa lihat ini datanya sudah ada, terkait banjir Jakarta dalam angka, ini data 20 februari sampai dengan pukul 12, di sini yang diunggah hanya yang besar2 saja, mulai dari 2002-2007, 2013, 2015, 2020, 2021, banjir-banjir besar," tutupnya.
ADVERTISEMENT