News
·
14 Oktober 2021 19:25
·
waktu baca 3 menit

Wagub DKI soal Rachel Vennya: Selebgram Harusnya Bisa Menjadi Teladan Masyarakat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wagub DKI soal Rachel Vennya: Selebgram Harusnya Bisa Menjadi Teladan Masyarakat (818639)
searchPerbesar
Rachel Vennya. Foto: Instagram/@rachelvennya
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria turut menanggapi soal pelanggaran karantina yang dilakukan selebgram Rachel Vennya usai pulang dari Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Riza menjelaskan saat ini proses kebijakan hukum terkait pelanggaran karantina masih diusut oleh Pangdam.
“Kita menunggu apa yang menjadi kebijakan, nanti dari pangdam sedang dicek, diusut kembali persis dan sebagainya. Mari semua kita laksanakan protokol kesehatan sebaiknya,” ujar Riza kepada wartawan, Kamis (14/10).
Untuk itu, Riza berharap ke depannya tidak ada lagi selebgram yang tidak mencontohkan hal yang tidak baik lagi kepada masyarakat.
“Tentu kita prihatin, kita harapkan para selebgram bisa menjadi teladan bagi masyarakat, karena selebgram itu kan punya pengikut followers yang banyak. Seharusnya jadi contoh bagi yang lain,” pungkasnya.
Wagub DKI soal Rachel Vennya: Selebgram Harusnya Bisa Menjadi Teladan Masyarakat (818640)
searchPerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meninjau sentra vaksinasi COVID-19 yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Tanjung Priok, pada Kamis (2/9). Foto: PPID DKI Jakarta
Untuk diketahui, baru-baru ini selebgram Rachel Vennya dikabarkan melakukan upaya kabur dari kewajibannya tersebut sekembalinya dari Amerika Serikat pada awal September bersama sederet figur publik menghadiri New York Fashion Week.
ADVERTISEMENT
Di akhir September, ia diketahui kembali ke Indonesia dan sempat berada di kediaman pribadinya selama beberapa hari. Tak lama setelah itu, ia dan merayakan ulang tahun pada 23 September dan langsung bertolak ke Bali bersama keluarga, sahabat, serta anaknya yang masih balita.
Seorang netizen yang mengaku bertugas memasukkan data karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan menyebutkan Rachel hanya menjalani karantina selama 3 hari.
Padahal berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 mengenai Protokol Perjalanan Internasional, setiap orang yang datang ke Indonesia wajib untuk menjalani karantina 8x24 jam.
Jika merujuk pada SE yang sama, Rachel tak masuk kriteria pelaku perjalanan internasional yang bisa melakukan karantina di sana. Ia wajib untuk karantina di akomodasi karantina yang telah mendapat rekomendasi dari Satgas.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hanya WNI yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang baru kembali dari perjalanan dinas luar negeri.
Sanksi yang dapat diberikan bagi yang melanggar aturan karantina
Masih dalam SE yang sama, karantina merupakan hal yang wajib dilakukan dan hanya dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan kenegaraan selevel menteri ke atas.
Apabila terdapat pelanggaran, maka instansi berwenang (kementerian/lembaga, TNI, POLRI, dan Pemda) untuk melakukan penegakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku.
Dalam Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 disebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta.
ADVERTISEMENT
Hal yang dapat disebut sebagai menghalangi pelaksaan penanggulangan wabah menurut Pasal 5 ayat (1) Nomor 4 Tahun 1984 yaitu salah satunya adalah termasuk tindakan karantina.
Dari aturan tersebut, maka sudah jelas bahwa siapa saja yang melanggar aturan kewajiban karantina dapat dikenakan pidana hingga denda.
Per Kamis (14/10), aturan karantina telah resmi dipersingkat dari 8 menjadi 5 hari sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021.
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020